Asas-Asas Hukum Perdata Islam

0
Asas-asas
hukum perdata Islam
adalah asas-asas hukum yang mendasari pelaksanaan hukum
perdata Islam, antara lain asas kekeluargaan, asas kebolehan atau mubah, asas
kebajikan, asas kemaslahatan hidup, asas kesukarelaan, asas menolak mudharat
mengambil manfaat, asas adil dan seimbang, asas mendahulukan kewajiban daripada
hak, asas larangan merugikan diri sendiri dan orang lain, asas kebebasan
berusaha, asas mendapatkan hak karena usaha dan jasa, asas perlindungan hak,
asas hak milik berfungsi sosial, dan masih banyak lagi asas-asas dalam hukum
perdata Islam.
Asas
kekeluargaan dalam hukum perdata Islam
Asas
kekeluargaan adalah asas hubungan perdata yang berdasarkan pada sikap saling
menghormati, kasih sayang, dan tolong menolong untuk mencapai kebaikan bersama.
Asas kekekuargaan dalam hukum perdata Islam berdasarkan pada surat al-Maidah
ayat 2:
“Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah (1), dan jangan melanggar
kehormatan bulan-bulan haram (2), jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya
(3), dan binatang-binatang qalaa-id (4), dan jangan (pula) mengganggu
orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan
keredhaan dari Tuhannya (5) dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji,
Maka bolehlah berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu
kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu
berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat
siksa-Nya.”
Keterangan:
(1) Syi’ar Allah Adalah:
segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-tempat
mengerjakannya.
(2) Maksudnya antara lain Adalah:
bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah Haram
(Mekah) dan Ihram., Maksudnya Adalah: dilarang melakukan peperangan di
bulan-bulan itu.
(3) Adalah: binatang (unta,
lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka’bah untuk mendekatkan diri kepada
Allah, disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin
dalam rangka ibadat haji.
(4) Adalah: binatang had-ya
yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah
diperuntukkan untuk dibawa ke Ka’bah.
(5) Dimaksud dengan karunia Adalah:
Keuntungan yang diberikan Allah dalam perniagaan. keredhaan dari Allah Adalah:
pahala amalan haji.
Asas kebolehan atau mubah
dalam hukum perdata Islam
Asas kebolehan atau mubah
adalah asas yang membolehkan melakukan semua kegiatan perdata sepanjang
sepanjang tidak ada larangan, baik dalam al-Qur’an maupun hadis. Asas ini
didasarkan pada Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 286:
“Allah tidak membebani
seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari
kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang
dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum
Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau
bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami
apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum
yang kafir.”
Asas kebajikan dalam hukum
perdata Islam
Asas kebajikan adalah asas
setiap hubunga keperdataan seharusnya mendatangkan kebajikan kepada kedua belah
pihak dan masyarakat. Asas kebajikan dalam hukum perdata Islam didasarkan pada
al-Qur’an surat al-Maidah ayat 90:
“Hai orang-orang yang
beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi
nasib dengan panah, adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
Keterangan:
Al Azlaam artinya: anak
panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang
belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan
atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai
bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan,
sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan
disimpan dalam Ka’bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta
supaya juru kunci ka’bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti
Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan
tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak
ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.
Asas kemaslahatan hidup
dalam hukum perdata Islam
Asas kemaslahatan hidup
dalam hukum perdata Islam adalah asas yang mendasari segala bidang pekerjaan
agar mendatangkan kebaikan dan bermanfaat bagi kehidupan pribadi manusia dan
kehidupan sosial kemasyarakatan.
Artikel asas-asas hukum perdata Islam ditulis (Lismanto/Islam Cendekia).

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan