Asas Kepastian Hukum dalam Hukum Islam

0
Asas kepastian hukum adalah asas tidak ada satu perbuatan
yang dapat dihukum kecuali ada ketentuan peraturan yang ada dan berlaku untuk
perbuatan tersebut. Dalam hukum Islam, asas kepastian hukum juga berlaku.
Asas kepastian hukum dalam hukum Islam terdapat dalam Al-Qur’an
surat al-Israa’ ayat 15: “Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), Maka
Sesungguhnya Dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan
Barangsiapa yang sesat Maka Sesungguhnya Dia tersesat bagi (kerugian) dirinya
sendiri. dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami
tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”
Asas
kepastian hukum dalam hukum Islam
juga terdapat dalam Al-Qur’an surat al-Maidah ayat
95: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan*,
ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan
sengaja, Maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan
buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu
sebagai had-yad (1) yang dibawa sampai ke Ka’bah (2) atau (dendanya) membayar
kaffarat dengan memberi Makan orang-orang miskin (4) atau berpuasa seimbang
dengan makanan yang dikeluarkan itu (3), supaya Dia merasakan akibat buruk dari
perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu (5). dan Barangsiapa
yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa
lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.”
Keterangan
* Binatang
buruan adalah binatang buruan baik yang boleh dimakan atau tidak, kecuali
burung gagak, burung elang, kalajengking, tikus dan anjing buas. dalam suatu
riwayat Termasuk juga ular.
(1)
binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka’bah untuk
mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah Haram dan dagingnya
dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji.
(2)
Yang dibawa sampai ke daerah Haram untuk disembelih di sana dan dagingnya
dibagikan kepada fakir miskin.
(3)
Seimbang dengan harga binatang ternak yang akan penggganti binatang yang
dibunuhnya itu.
(4)
Yaitu puasa yang jumlah harinya sebanyak mud yang diberikan kepada fakir
miskin, dengan catatan: seorang fakir miskin mendapat satu mud (lebih kurang
6,5 ons).

(5)
Maksudnya: membunuh binatang sebelum turun ayat yang mengharamkan ini.

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan