Pengertian, Perbedaan, Kesamaan Sunnah dan Hadis

0
Sunnah dalam
bahasa Arab berarti tradisi, kebiasaan, adat istiadat. Dalam terminologi Islam,
sunnah adalah segala perbuatan, perkataan dan segala yang diizinkan Nabi
Muhammad, yaitu af’ alu, aqwalu dan taqriru. Dalam hal
ini, pengertian sunnah sama dengan pengertian hadis.
Perbedaan
sunnah dan hadis
Ada banyak
pendapat yang mengatakan soal perbedaan sunnah dan hadis. Kalau sunnah
dikatakan sebagai segala perbuatan dan perkataan Nabi Muhammad, maka hadis oleh
berbagai ulama dikatakan sebagai catatan tentang perbuatan, perkataan, dan
perizinan Nabi Muhammad yang sampai saat ini.
Yang
dimaksud catatan adalah dokumentasi tertulis terhadap segala bentuk perbuatan,
perkataan dan perizinan Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh berbagai ulama. Hadis
yang paling banyak dipakai adalah hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Oleh karena
itu, sunnah dan hadis menjadi sumber hukum Islam yang menjadi pedoman umat
muslim.
Kesamaan
sunnah dan hadis
Sebetulnya
sunnah dan hadis memiliki kesamaan secara substantif, yaitu segala perilaku
Nabi Muhammad yang berupaya ditiru dan menjadi pedoman hidup umat Islam.
Meskipun secara klasifikasi dalam tatanan fiqh maupun ushul fiqh dibedakan
secara jelas, tetapi secara substansi sunnah dan hadis adalah sama.
Jadi, antara
sunnah dan hadis pada dasarnya sama dalam hal isi, materi, dan substansi. Hanya
saja, sunnah lebih bersifat umum, sedangkan hadis lebih bersifat khusus. Oleh
karena itu, sunnah dan hadis dalam terminologi fiqh atau hukum Islam sudah dianggap
identik, meskipun secara keilmuan bidang kajian ushul fiqh diklasifikasikan
antara sunnah dan hadis.
Dengan begitu, kesamaan sunnah dan hadis terletak pada kesamaan substansi atau isi yang disandarkan pada segala perbuatan, ucapan, perilaku Nabi Muhammad untuk dijadikan sebagai suri tauladan bagi umat muslim. Inilah bedanya antara sunnah atau hadis dengan al-Qur’an. Al-Qur’an adalah syariat Allah, sunnah dan hadis muncul dari Nabi Muhammad.
Meskipun
demikian, tidak semua hadis diterima oleh jumhur ulama karena hadis
diklasifikasikan lagi, ada hadis yang diterima (maqbul) dan ada hadis
yang ditolak (mardud). Hadis yang ditolak adalah hadis yang tidak jelas riwayatnya, tidak jelas perawinya dan tidak jelas dalam berbagai aspek yang menurut para jumhur ulama merupakan hadis dhaif.
Pengertian, Perbedaan, Kesamaan Sunnah dan Hadis (Lismanto/Islam Cendekia)

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan