Teliti Problem Zina di Indonesia, Lismanto Raih Penghargaan Skripsi Terbaik LP2M Award 2014

0
Skripsi Terbaik UIN Walisongo
Foto LP2M IAIN Walisongo Semarang
SEMARANG, Islamcendekia.com – Kamis 30 Januari 2014 IAIN Walisongo
Semarang menggelar wisuda di Auditorium II Kampus III IAIN Walisongo. Pada
wisuda kali ini IAIN Walisongo meluluskan 370 sarjana (S2) dari Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan, 142 dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, 44 dari
Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan 44 dari Fakultas Ushuluddin, 28 orang
Magister (S2) dan empat dari program Doktor (S3) Pascasarjana IAIN Walisongo
Semarang.

Selain memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik, Lembaga
Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Walisongo memberikan
penghargaan skripsi terbaik kepada Lismanto yang meneliti tentang problem zina
di Indonesia. Dalam judul skripsi “Studi Hukum Pidana Islam Terhadap RKUHP 2012
yang Mengatur Zina Lajang”, Lismanto meraih penghargaan skripsi terbaik pertama
dalam LP2M Award 2014. Selain Lismanto, LP2M juga memberikan penghargaan kepada
3 mahasiswa lain dengan kategori terbaik kedua, ketiga, dan
keempat.

“Saya tak menyangka bisa meraih penghargaan skripsi terbaik pertama
karena kandidat skripsi terbaik dari fakultas lain juga punya kualitas penelitian
yang tidak bisa diremehkan. Semoga penelitian hukum yang saya tuangkan dalam
skripsi ini bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan keilmuan hukum di Indonesia”,
tuturnya saat ditemui Islamcendekia.com. Selain meraih skripsi terbaik,
pemuda kelahiran Pati ini juga meraih wisudawan terbaik Jurusan Jinayah Siyasah
(Hukum Pidana dan Politik Islam) dengan IPK 3.82.

Dalam skripsinya, Lismanto menyoal problem seks bebas yang menjamur di
kalangan lajang. “Nilai moral kesusilaan bangsa Indonesia tidak sepakat dengan
adanya zina yang dilakukan kalangan lajang sehingga perlu adanya kriminalisasi
zina lajang. Meskipun demikian, proses pembaruan hukum (red: KUHP) harus
benar-benar dikaji secara komprehensif holistik, mulai dari aspek budaya hukum,
penegakan hukum, hingga substansi hukum. Dengan memperhatikan ketiga aspek
pembaruan hukum tersebut, produk hukum yang dihasilkan benar-benar menjadi
pilar kesejahteraan masyarakat,” pungkas Lismanto.

Ia menambahkan, dalam kaitannya zina, hukum pidana Islam bisa menjadi
sumber rujukan hukum yang progresif dan mutakhir. “Selama ini hukum Islam
dipandang kaku dan ketinggalan zaman. Padahal jika dikaji lebih luas dan
mendalam, hukum pidana Islam menawarkan gagasan dan terobosan hukum yang
progresif, humanis, dan mutakhir,” tambahnya.

(Reporter: Ibda)

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan