Budaya Penelitian Indonesia Masih Rendah

0

Seminar Nasional PPs Unnes, Kamis (27/3/2014). Foto: HI

SEMARANG, Islamcendekia.com – Budaya penelitian Indonesia
saat ini masih rendah. Untuk itu, setiap perguruan tinggi harus menetapkan
standar mutunya. Unnes sebagai LPTK ternama di Jawa Tengah harus jelas standar
mutunya.

Demikian yang disampaikan Prof Drs Agus
Subekti, M.Sc, Ph.D, Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat Kemendikbud RI dalam Seminar Nasional yang digelar Program
Pascasarjana Universitas Negeri Semarang pada Kamis (27/3/2014) di Patrajasa Convention Hotel,
Semarang  Jl. Sisimanagaraja Candi Baru, Semarang.
Dalam pemaparannya, atmosfer akademik menjadi pembeda kampus
satu dengan lainnya. Banyak orang ingin membayar mahal di perguruan tinggi,
padahal lulusnya susah. Namun, lanjutnya, masyarakat harus memilih perguruan
tinggi mahal dan lulusnya cepat. Kalau bisa, perguruan tinggi murah, lulusnya
cepat dan berkualitas.
Kampus yang baik, tentu civitas akademiknya memiliki
integritas akademik yang baik. Mereka harus cerdas dan inovatif dalam membuat
karya ilmiah. “Inovasi itu muncul dari kreativitas dan dana penelitian,” pungkas
Prof Agus
Subekti.
“Untuk mencapai 0,1 % saja susah, kuncinya karya-karya
ilmiah para akademisi Indonesia harus menjadi komoditas ekonomi,” tuturnya. Karena
kondisi penelitian rendah, bahkan ada usulan revisi Tri Dharma Perguruan
Tinggi. “Nanti, jika dirubah menjadi penelitian, pendidikan dan pengabdian,”
paparnya.
Penelitian juga hanya dipahami sebagai syarat kenaikan
pangkat saja, belum menjadi kebutuhan. “Padahal, dalam dunia akademik,
penelitian itu wajib, bukan makruh dan sunah,” katanya.
Perguruan tinggi juga harus menghasilkan IPTEK, bukan hanya
menghasilan lulusan-lulusan akademik. “Jika mau produk IPTEKnya maju, maka
setiap Prodi harus ada program magister dan doktornya,” ungkapnya. Tantanganya,
lanjutnya, kita masih perlu prodi pascasarjana lebih banyak lagi.
“Kita saat ini membuat pangkalan data, agar bisa mengetahui
mana perguruan tinggi sehat dan tidak sehat,” pungkasnya. Ke depan, lanjutnya,
kami akan membuat matrik penelitian, dengan tujuan agar kampus di Indonesia
berlomba-lomba melakukan penelitian.
Reporter: Hamidulloh Ibda

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan