Diskusi Guru PNS bersama Hamidulloh Ibda

0
Peserta diskusi HMI Kom. Tarbiyah, Jumat (14/3/2014)

SEMARANG, Islamcendekia.com – Menjadi guru pegawai negeri sipil (PNS)
merupakan impian semua orang.

Namun hal itu hakikatnya bukan tujuan utama
menjadi guru. Karena guru merupakan posisi mulia dan profesi perjuangan, bukan
sekadar mencari recehan belaka. Jika Anda ingin kaya, maka janganlah menjadi guru,
tapi jadilah pengusaha.

Demikian yang disampaikan Hamidulloh Ibda (Direktur Eksekutif Forum Muda
Cendekia Jawa Tengah) saat memberikan materi diskusi pada Jumat (14/3/2014) di
halaman Masjid Kampus II IAIN Walisongo Semarang.

Diskusi yang digelar mahasiswa UIN Walisongo Semarang ini
diikuti beberapa pengurus dan kader dengan suasana lesehan. Menurut Hamidulloh
Ibda yang juga mahasiswa Pascasarjana Unnes, PNS itu bukanlah tujuan utama, melainkan
hanya alat untuk berbuat baik lebih banyak lagi.

Secara rasional, setiap
kabupaten/kota rata-rata hanya mengangkat 30-40 PNS pertahun dari seleksi umum.
Jika Anda ingin menjadi PNS, lanjutnya, Anda harus bersaing dengan ribuan
peserta lain agar lolos seleksi.

Apalagi, lanjutnya, lulusan IAIN Walisongo kesempatannya menjadi PNS
sangat sempit. “Selain tidak ada formasi, ijazah dari IAIN Walisongo masih
kalah dengan LPTK umum seperti Unnes, Undip dan Unissula,” tuturnya.

Menjadi guru PNS atau swasta sebenarnya tidak ada masalah. Karena dalam
hidup, yang utama bukanlah menjadi apa (to be), namun yang substansial
adalah berbuat apa (to do). “Yang terpenting Anda ikhlas berjuang dan
mencari kemuliaan di dunia dan akhirat,” katanya.

Menurut alumnus FITK IAIN Walisongo tersebut, yang perlu dibenahi
pertama adalah paradigma berpikir mahasiswa FTIK agar tidak berorientasi
menjadi PNS. “Daripada menjadi guru PNS, lebih baik Anda berpikir menjadi dosen
PNS,” pungkasnya. (Oct. Devi)

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan