Poligami Menurut Islam

0
Banyak kontroversi terkait dengan poligami. Meskipun secara fikih poligami diperbolehkan dalam syarat dan ketentuan tertentu, tetapi poligami dipandang negatif oleh sebagian besar masyarakat. Kabar yang banyak beredar mengenai poligami yang dianggap negatif adalah poligami yang dilakukan AA Gym. Sontak, AA Gym menuai kecaman dari berbagai pihak, hingga AA Gym tidak lagi banyak muncul di televisi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat tampaknya tidak sepakat dengan poligami, meskipun dalam syariat Islam sendiri memperbolehkan poligami.

Namun yang harus digarisbawahi adalah Islam menganjurkan poligami dengan syarat dan batasan tertentu, bukan berarti Islam seketika menyetujui poligami tanpa alasan dan syarat yang ketat. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa Islam menyetujui poligami dalam batasan dan syarat tertentu dan hal itu tidak bisa digeneralisasikan bahwa Islam pro terhadap poligami secara membabi buta dan tanpa pertimbangan.

Dalam hukum Islam, Islam memperbolehkan poligami dengan jumlah wanita yang terbatas dan tidak mengharuskan umatnya untuk melaksanakan monogami mutlak dengan pengertian bahwa seorang laki-laki hanya boleh beristri seorang wanita dalam keadaan dan situasi apa pun.
Bisa dikatakan bahwa Islam pada dasarnya menganut sistem monogami dengan memberikan kelonggaran dibolehkannya poligami terbatas. Prinsipnya, seorang laki-laki hanya memiliki seorang istri dan sebaliknya seorang istri hanya memiliki seorang suami. Poligami hanya dilakukan pada konteks, situasi dan kondisi tertentu.
Poligami menurut Islam dibenarkan meskipun syaratnya sederhana tapi sebetulnya sangat ketat, yaitu menjamin keadilan bagi istri-istrinya. Keadilan inilah yang pada faktanya sebetulnya sangat susah untuk dijalankan. Jika tidak menjamin tegaknya keadilan bagi istri-istrinya, maka poligami sangat tidak dianjurkan dalam Islam. Islam membenarkan seorang laki-laki menikah dengan empat istri. Hal ini termaktub dalam Q.S An-Nisa’ 4 ayat 3
ﻓﺎﻧﻜﺤﻭ۱ﻤﺎﻄﺎﺐﻠﻜﻡﻤﻦ۱ﻠﻨﱢﺴﺎﺀﻤﺜﻨﻲﻭﺜﻼﺙﻭﺮﺑﻊۖﻓﺎﻦﺨﻓﺘﻡﺃﻻﱠﺘﻌﺪﻟﻮﺍﻓﻮﺍﺤﺪﺓ
“….Hendaklah kamu mengawini diantara perempuan-perempuan yang kamu senangi, dua atau tiga atau empat. Jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil, cukuplah seorang saja.”
Poligami ditetapkan berdasarkan apa yang pernah dilakukan Rasulullah Saw dan para sahabat Nabi, baik bersifat praktik maupun persetujuan Rasulullah Muhammad Saw atas perbuatan sahabatnya. Islam membenarkan poligami dengan menetapkan dua syarat, yaitu :
a. Memiliki kemampuan material dan kesehatan fisik;
b. Mampu berbuat adil secara material terhadap istri-istrinya.
Keadilan poligami
Keadilan yang diperintahkan dalam poligami adalah adil dalam mempergauli istri, memberi pelayanan dan pemberian materi, bukan adil yang mencakup sisi rohani. Rasulullah Muhammad Saw selalu berlaku adil terhadap istri-istrinya dalam memberikan pelayanan material, tetapi dalam hal kasih sayang lebih mengasihi Aisyah.
Keadilan yang ditekankan dalam Islam adalah keadilan yang bersifat manusiawi, yaitu keadilan dalam melaksanakan hak dan kewajiban, bukan dalam cinta dan perasaan hati yang berada dalam kekuasaan Allah untuk membolak-balikkanya sesuai dengan kehendakNya. Meskipun demikian, keadilan jasmani dan rohani semestinya harus ditegakkan. Artinya, meskipun kadar cinta dengan istri-istri tidak sama, tetapi setidaknya suami harus memiliki kecintaan yang sama pada istri-istrinya.
Editor : Lismanto
Referensi:
Tihani,  Sahrani Sohari,  Fikih Munakahat,  Jakarta:  PT Rajagrafindo Persada,  2009

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan