Bangjo Dunia Aktivis

0
Oleh Muhammad Burhanudin Noor
Aktivis HMI Komisariat Fisip Undip

“Tiada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri”.
Begitu suata pesan di dalam I Ching alias Ya Keng, sebuah Kitab Kuno China
populer.
Sebenarnya,
proses perkuliahan saja tak mencukupi dan memberikan perubahan besar dalam diri
kita. Apalagi, jika melihat pertemuan tatap muka yang hanya beberapa jam. Maka
dari itu, mahasiswa di sini dituntut aktif mengembangkan diri mereka sendiri.
Dengan adanya waktu yang tersisa banyak, alangkah baiknya digunakan mengikuti
kegiatan-kegiatan positif dan membangun.
Saat
ini, posisi mahasiswa sangat dilematis pada apa yang akan mereka lakukan.
Mahasiswa dengan prestasi di bidang akademik saja belum cukup berkualitas. Ada
aspek lain perlu dibangun. Aspek seperti public speaking, negosisasi, team
building, inovasi, manajemen konflik, softskill, entrepreneurship, dan
sebagainya belum tentu didapati saat proses perkuliahan. Hal itu bisa kita
dapat dengan ikut berorganisasi.
Organisasi
sangat beragam di sekitar kita. Misalnya, organisasi di tingkat jurusan,
fakultas, atau bahkan tingkat universitas (organisasi intra kampus).
Kegiatan-kegiatan mahasiswa juga banyak tersaji, misalkan kegiatan yang
sifatnya keagamaan, minat dan bakat serta unit kegiatan mahasiswa lainnya.
Begitu juga dengan organisasi ekstra yang ikut andil dalam mewarnai dunia
organisasi dan dinamika kampus.
Dengan
berorganisasi tentunya kita akan mempunyai segudang pengalaman, di mana itu
belum tentu kita dapatkan di bangku kuliah. Mengikuti organisasi  juga membuat kita lebih peka terhadap
lingkungan, di mana sebagai seorang mahasiswa juga ikut andil dalam pembangunan
bangsa. Berorganisasi juga bisa sebagai koreksi diri apa saja kelemahan kita
dan dapat juga melihat karakter tiap individu, sehingga dapat beradaptasi dan
memosisikan diri.
Lalu
bagaimana dengan kedua kubu, antara Aktivis dan Apatis? Tentunya setiap orang
berhak menyikapi dan memilih mana yang akan mereka jalani. “Lampu hijau” di
sini menggambarkan bahwa seorang aktivis itu adalah “manusia dinamis”. Terus
berupaya untuk mengaktualisasikan dirinya.
Banyak
sekali mereka yang menduduki jabatan-jabatan strategis. Mereka dulunya adalah
aktivis. Sedangkan “lampu merah” di sini menggambarkan keadaan “stagnan” dengan
keapatisannya. Mereka yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dan
apatis terhadap suatu perubahan. Ke depan mereka hanya akan menjadi penonton di
luar lapangan. Jika sudah seperti ini, siapkah anda menjadi seorang Aktivis?
Jawabannya harus siap, karena itu menjadi suatu keniscyaan bagi setiap
mahasiswa.

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan