Strategi Memilih Perguruan Tinggi

0
SEMARANG, Islamcendekia.com – Memilih Perguruan Tinggi (PT),
Fakultas, dan Jurusan, terkadang menjadi masalah
tersendiri bagi calon mahasiswa. Hal ini terjadi ketika mereka belum mengetahui
minat dan bakatnya sejak dini. Alhasil, tak sedikit dari mereka yang merasa salah memilih
jurusan ketika mereka sudah duduk
di bangku perkuliahan.
Hal tersebut terkadang
menjadi polemik bagi calon mahasiswa. Pasalnya, jurusan yang mereka pilih sering kali berseberangan dengan
keinginan orang tua. Jadi, ketika mereka sudah masuk kuliah, mereka setengah
hati dalam menempuh pembelajarannya
di kampus. Demikian sepenggal pendepat yang disampaikan Dian Marta Wijayanti,
SPd selaku pemerhati pendidikan dan mantan Mahasiswa Beprestasi Unnes.
Menurut perempuan kelahiran Blora ini, memilih jurusan kuliah bukan
urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. “Banyak faktor yang harus
diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa
memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari masuk kuliah sampai
nanti lulus menjadi sarjana,” katanya saat ditemui Islamcendekia.com
pada Kamis (10/4/2014).
Di Semarang, banyak kampus ternama, seperti contoh Undip, Unnes, Unissula, IAIN Walisongo, IKIP PGRI dan sebagainya. “Setelah lulus SMA, memilih kampus harus berkualitas,” ungkap Dian yang juga guru SDN Sampangan 1 Semarang.
Maka dari itu, lanjutnya, pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai
dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian besar di
masa depan. “Akan tetapi, kampus bukanlah segala-galanya,
jadi selain mengandalkan ijazah dan IPK tinggi dari kampus, mulai sekarang
calon mahasiswa harus memetakan bakat dan minatnya. Artinya, soft skill haruslah dimiliki oleh
seluruh mahasiswa,” tutur lulusan terbaaik PGSD Unnes tersebut.
Memilih Perguruan
Tinggi
Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jurusan apa
yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan. Janganlah
memilih jurusan yang berseberangan dengan dengan cita-cita, minat dan bakat. Jadi,
menyesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat merupakan salah
satu kunci menuju kesuksesan.
Ada beberapa tips yang bisa dijadikan pijakan bagi calon mahasiswa
menurut Dian Marta Wijayanti. Pertama, mengetahui apa yang disukai. Jangan memilih
jurusan hanya karena mengikuti pilihan orang lain atau gara-gara bujukan teman. “Dalam
mengambil keputusan, pilihlah
jurusan kuliah yang membuat semangat,” tandasnya.
  
Kedua, mengetahui
keunggulan dalam suatu bidang tertentu. Hal itu bisa diukur dengan melihat
bagaimana respons orang-orang di
sekitar dengan apa yang Anda hasilnya. Misalnya, apakah Anda selalu
mendapat pujian dari suatu pertunjukan atau karya seni? Jika Anda memiliki
kecendrungan alami ke arah minat dan ketrampilan tersebut, Anda dapat
mempertimbangkannya sebagai pilihan untuk menentukan jurusan. 
Ketiga, memilih jurusan yang sesuai profesi. Apakah ingin
menjadi dokter, guru atau pengacara? Jangan membatasi diri dalam melakukan
hal-hal dalam bidang tersebut. Jika ingin menjadi dokter, tapi memiliki
ketertarikan pada sastra maka lihatlah dahulu jurusan tersebut sebelum
menentukan pilihan.
Keempat, memilih jurusan sesuai keterampilan. Jika ingin
tidak salah jurusan, maka pilihlah jurusan yang sesuai keterampilan. Misalnya,
menyukai teater dan memiliki impian akan menghabiskan waktu di bidang itu, maka
carilah keterampilan apa yang harus dikuasai jika ingin sukses menjalaninya.
Atau, jika ingin mempunyai perusahaan, sejak awal harus mempelajari seluk beluk
tentang bisnis, etika, pemasaran, humas, dan pelayanan. Pilih dengan cermat jurusan
yang akan membuat tertarik di dalamnya.
Kelima, mempertimbangkan faktor-faktor lain. Banyak
siswa yang memilih jurusan karena terpengaruh keluarga, teman, keuangan,  atau budaya. Sambil
menjelajahi jurusan yang dipilih, ingatlah bahwa faktor kekuatan eksternal akan
mempengaruhi kehidupan
di kampus. Menemukan jurusan yang dapat memberikan keseimbangan untuk impian
internal dan dukungan dari luar akan membuat situasi yang lebih mudah
dikendalikan.
Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka
carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu/freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan
jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan. Jangan
membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan
jurusan tertentu yang favorit.
Dian menambahkan, ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang
menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi massal yang murni
seperti SNMPTN, UMPTN, SPMB dan sebagainya dapat menjegal masa depan studi jika
tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. “Pelajari soal-soal seleksi
dan ikuti ujian try out sebagai
percobaan dalam mengukur kemampuan yang dimiliki,” jelasnya.
Reporter: Hamidulloh Ibda

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan