Isra Mi’raj 2014 Bisa Lewat Facebook

0

SEMARANG, Islamcendekia.com – Menurut Hamidulloh Ibda,
Pemimpin Redaksi Islamcendekia.com, saat ini sebenarnya kita bisa Isra’
Mi’raj lewat facebook
. Artinya, kita bisa memiliki kekuatan seperti Muhammad
Saw. “Di dalam Alquran itu kan ada istilah quwwah seperti kalimat La
khaula wala quwwata
illa billahil aliyyil azim. Namun, di atas quwwah
ada yang hebat lagi, yaitu sulton yang diambil dari surat Arrahman. Ya
ma’saral jinni wal insi, inistata’tum antanfudu min aqtarissamawati wal ard,
fanfudu la tanfuduna illa bisulton
.

Sulton itu di atas quwwah yang artinya
semua manusia itu diberi kekuatan oleh Allah Swt. Namun, sulton di sini
adalah kekuatan plus dan tidak semua orang bisa memilikinya,” jelasnya. Di ayat tersebut, lanjut Ibda,
manusia dan jin itu ditantang Allah untuk menembus langit dan bumi. “Jadi,
kalau kita sekarang sudah masuk dunia cyber, dunia maya, internet,
facebook, itu kan sebenarnya dengan sulton,” tuturnya.

Zaman dulu ketika bapak dan ibu kita lahir itu belum
mengenal hand phone. “Tapi, sekarang dunia sudah sangat modern, ada HP,
android, facebook, internet, whats up, BBM masuk android dan sebagainya,”
jelas Ibda. Namun, lanjut Ibda, melihat hal itu kita tidak wajilad
qulubuhum
, hati kita tidak bergetar.”Padahal, SMS, BBM, facebook,
chatting itu sangat mengagumkan. Kita tinggal ketik, lalu yang kita kirimi juga
menerima huruf-huruf seperti yang kita ketik. Kui mbuh piye, lewat mana,
tranformasi dan deformasinya bagaimana kita juga jarang mengkaji. Padahal, hal
itu jutaan, diterima dan dikirim seperti apa, mungkin juga tiap sudut tempat
ada SMS berkeliaran kita juga kurang tahu. 

“Kok gak ada yang tabrakan atau salah kirim. Ya,
semoga saja para perancangan korupsi, SMS nya salah kirim ke nomor KPK,”
tutur Ibda dengan nada guyon. Jadi, kata Ibda, kita sebenarnya bisa mentranformasikan
ilmu, pengetahuan, gagasan, ide dan ijtihad kita melalui facebook.
“Simpelnya, kita bisa mengamalkan ruh Isra’ Mi’raj lewat facebook,”
jelasnya. Karena facebook, lanjut Ibda, itu kan dunianya para roh, dunia astral
dan tak tampak bisa diprediksi. “Isra’ Mi’raj kan juga demikian, perjalanan
kilat seperti dunia maya,” tuturnya pada Selasa, (27/5/2014).

Bahkan, lanjut Ibda, kita saat ini lebih hebat daripada
nabi Muhammad Saw. “Jika dulu Muhammad Isra’ Mi’raj dari Makkah-Palestina,
Palestina-Makkah ditempuh waktu 1 malam, kita tak perlu satu malam. Bahkan,
Semarang-Makkah-Palestina dan kembali lagi ke Semarang cukup 30 detik lewat
facebook, itulah kehebatan manusia digital saat ini,” paparnya. Namun,
kehebatan itu menjadi percuma ketika kita tidak bisa meniru ilmu, perilaku dan
semua tindakan nabi Muhammad Saw.

“Tapi, kita justru lebih hemat daripada
Muhammad, karena kita hanya butuh waktu 30 detik. Bahkan, mungkin nanti manusia
akan mengembangkan alat komunikasi dengan Tuhan dan lintas dunia astral dan
dunia nyata. Kita tunggu saja,” pungkasnya.


Reporter dan Editor: Achmad Hasyim

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan