Kondangan Menjadi Budaya Jawa Islam

0

PATI, Islamcendekia.com – Kondangan dalam
pandangan umum dipahami sebagai pergi ke tempat acara pernikahan seorang.
Namun, kondangan dalam budaya Jawa terutama di Pati, Jawa Tengah dimaknai
sebagai perkumpulan yang di dalamnya ada doa-doa dan setelah itu nanti ada
makanannya. Seperti dalam agenda syukuran pernikahan, khitan, akikah, sedekah
bumi dan sebagainya.
Menurut Ngalimun, S.Pd.I salah satu
perangkat desa Dukuhseti, Pati, kondangan itu merupakan percampuran budaya Jawa
dan Islam. “Jawa karena ada unsur kumpul-kumpul dan makanannya, Islam
karena ada doa-doanya,” jelasnya pada Islamcendekia.com.
Kondangan menurut Ngalimun berasal dari
bahasa Arab, kun yang artinya ada, dan da’a artinya doa. “Jadi, kondangan
adalah acara yang di dalamnya ada unsur doa-doa,” tuturnya. Dalam bahasa
Jawa lain, Ngalimun menjelaskan ada istilah “kenduren” itu artinya
“kendo-kendo leren” yang berarti makan makanan tapi tidak sampai
habis karena bisa dibawa pulang.
“Kondangan itu menjadi budaya Jawa
Islam yang harus dilestarikan, karena hal itu sangat positif dan mengandung
unsur rasa syukur dan sebagai media dakwah Islam,” tutur khotib Masjid
Darul Islah Dukuhseti, Pati tersebut.
Orang Jawa yang dulu mengamalkan ajaran
Hindu-Buda dengan memberi sesaji yang dibiarkan sampai basi, kemudian
dipersembahkan untuk para leluhur dan dewa-dewa harus dihilangkan. “Salah
satu cara menghilangkan budaya itu ya lewat kondangan, karena kondangan juga
ada unsur makan-makan, doa, dan juga mengirim doa kepada arwah keluarga yang
sudah meninggal dunia,” pungkasnya.

Reporter dan Editor: Hamidulloh Ibda.

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan