Kucingan Sebagai Tempat Diskusi Para Aktivis

0
NGALIYAN, Islamcendekia.com – Belajar,
diskusi, berdebat tentang masalah itu bisa di mana saja, kapan saja dan dengan
siapa saja. Hal itu disampaikan Hamidulloh Ibda, Direktur Forum Muda Cendekia
(Formaci) Jawa Tengah tak lama ini.

Menurut Ibda, diskusi itu bisa digelar di
mana saja, termasuk di warung nasi kucing atau akrab disebut kucingan.
“Kucingan itu tempat asyik untuk diskusi bagi para aktivis,” tutur
pemuda kelahiran Pati tersebut.


Sejak tahun 2008, Ibda sudah akrab dengan
dunia diskusi dan sudah sering diskusi malam bersila, lesehan di kucingan.
“Di kucingan, Saya sering diskusi, rapat, ngobrol tentang apa saja. Selain
nyaman, ada makanannya, suasana di kucingan adalah tempat murah dan mudah bagi
mahasiswa,” jelasnya.

Di Ngaliyan, Semarang, banyak kucingan
berjubel di dekat kampus I, II dan kampus III IAIN Walisongo Semarang.
Rata-rata, menurut pantauan Islamcendekia.com, para pelanggan dan pembeli di
kucingan adalah mahasiswa. Tempat tersebut sangat cocok untuk berdiskusi,
apalagi kucingan memberi kesempatan pada mahasiswa sampai waktu yang tak
terbatas. “Di Semarang ada kucingan yang tutup jam 12 malam, ada pula yang
sampai subuh,” jelas Ibda salah satu penikmat kucingan.

Reporter dan Editor: Achmad Hasyim

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan