Rata-rata, Umat Islam Tidak Tahu Syahadatnya Nabi Muhammad Saw

1

SEMARANG, Islamcendekia.com – Jika disensus, rata-rata dan hampir semua
umat Islam tidak tahu syahadatnya Nabi Muhammad Saw. Hal itu menurut Hamidulloh
Ibda, bisa jadi karena kekeliruan, kebodohan dan kejumudan umat Islam dalam
beragama. “Itu bisa jadi karena kita bodoh, atau karena tidak tahu dan
tidak mau tahu,” tutur Hamidulloh Ibda saat diskusi di kantor Islamcendekia.com.

Bagaimana umat Islam mau beragama, lanjut Ibda, syahadat yang
diucapkan nabinya sendiri saja tidak tahu. “Inilah kondisi agama kita saat
ini, jutaan orang mengalami kesurupan, namun tidak sadar bahwa ia sedang
kesurupan,” tutur penulis buku Demokrasi Setengah Hati itu.

“Banyak orang tahu hitamnya tapi putihnya tidak tahu,” tandas
Ibda. Syahadat merupakan salah satu rukun Islam yang pertama. Orang Islam wajib
tahu syahadat yang diucapkan Rasulullah Saw. “Karena nabi Muhammad itu
nabi kita, apa saja darinya kita anut,” ungkapnya.

“Jika kita bersyahadat kan asyhadu alla ilaha illallah, wa’asyhadu
anna muhammadar rasulullah,” tutur Ibda. Itu kan syahadat kita. “Jika
nabi Muhammad apa menyebut namanya sendiri?” tanya Ibda kepada para
peserta diskusi. “Apakah Muhammad bilang wa’asyhadu anna muhammadar rasulullah, apa
demikian? Jika kamu ditanya demikian, apa jawab Anda?” tanya Ibda yang juga Pimred Islamcendekia.com.

Lha bagaimana jadi orang Islam bertahun-tahun, tidak tahu syahadat yang
diucapkan nabi Muhammad itu lho. “Masak Anda punya nabi, Anda tak tahu
syahadatnya nabi Anda seperti apa, terus yang Anda tiru itu syahadatnya
siapa?” tanya Ibda kepada semua peserta diskusi.

Nabi Muhammad Saw itu nabi kita, lanjut Ibda, apa saja kita tiru, dari
akhlaknya hingga ibadahnya. “Maka, kita wajib dan harus mutlak tahu
syahadatnya nabi Muhammad itu seperti apa,” tandas Ibda yang juga
mahasiswa pascasarjana Unnes itu. “Jawabannya itu sama, rasulullah Saw juga asyhadu alla ilaha
illallah, wa’asyhadu anna muhammadar rasulullah,” tutur Ibda. Yang
bersyahadat adalah Muhammad sebagai manusia, lanjut Ibda, bersaksi bahwa
Muhammad sabagai rasul.

“Ya begitulah nabi Muhammad, memangnya nabi itu suka jadi nabi?” kata Ibda. Misalnya saya, lanjutnya, disuruh Tuhan jadi nabi, terus saya bersyahadat asyhadu alla ilaha illallah, wa’asyhadu Ibda’ rasulullah.
“Kayak begitu saya juga tidak senang, tapi mau tidak mau kita harus bersaksi
bahwa Muhammad itu rasul Allah,” tuturnya. Selain Ibda, hadir juga perwakilan dari Forum Muda Cendekia (Formaci)
Jawa Tengah, tim redaksi Islamcendekia.com dan beberapa wartawan
Harianjateng.com.


Pewarta: Achmad Hasyim
1 Komentar
  1. kalempau berkata

    kalau waasyhadu anna muhammadarrasulullah berarti bukan muhammad bin abdullah dimaksud melainkan dialah ahmad

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan