Sejarah Berdirinya Yayasan Jamaah Pasrah Pati

0

PATI, Islamcendekia.com – Selama ini masih banyak orang
yang meragukan keberadaan dan peran Yayasan Jamaah Pasrah. Menurut Ngalimun,
S.Pd.I Ketua II Yayasan Jamaah Pasrah, sebenarnya proses berdirinya yayasan ini
sangat panjang. “Secara gagasan, yayasan ini diawali dari gagasan Mbah
Giyanto sesepuh di Pati,” tuturnya.
Kemudian, lanjutnya, dilanjutnkan Mbah Amar Ma’mur
seorang mantan pemain ketoprak. “Mbah Amar ini adalah gurunya Ruslan
senior pemain ketoprak Pati yang juga pemilik ketoprak Wahyu Budoyo, Ngagel,
Dukuhseti, Pati,” tuturnya. Mbah Amar Ma’mur, menurut Ngalimun dulu adalah
seorang nakal, suka melakukan judi, togel, dadu dan di rumahnya dulu juga ada
babinya.

Saat ditemui Islamcendekia.com, Amar Ma’mur juga mengakui
itu. “Biyen nek omahku kebak babine,” tuturnya dengan bahasa Jawa.
Menurut pengakuan Mbah Amar, setelah ia kehabisan uang dan banyak utang, ia
didatangi seorang yang bukan manusia, namun mirip seperti malaikat. “Aku
biyen ditekani malaikat, ngakon aku nglakoni perkoro telu, yoiku salat, salawat
karo ngrumati cah yatim,” ungkapnya. Artinya, dulu beliau ditemui malaikat
yang menyuruhnya taubat dengan melakukan salat, selawat dan merawat anak yatim.


Kemudian, pada tahun 2003, mbah Amar mengajak beberapa
sesepuh Dukuhseti untuk mendirikan yayasan ini. Selanjutnya pada tahun 2004,
tepatnya 12 Mei 2004, yayasan ini sudah legal dengan SK. Menteri Kehakiman dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C.231 HT.01.02 Th. 2004 Tanggal 12 Mei
2004 dengan NPWP: 02.324.588.9.507.000. Yayasan ini berada di Jl Raya
Tayu-Puncul KM.10 Desa Kembang RT 3 RW 1 Kecamatan Dukuhseti PAti Jateng 59158
dengan Telp (0295) 454084 HP 085225685432.

Setelah merawat dan memberi santuan kepada anak yatim se
Dukuhseti, nama yayasan ini semakin bersinar. Apalagi, Mbah Amar selaku sesepuh
setelah didatangi malaikat itu memiliki kekuatan supranatural dan indra keenam
untuk mengobati penyakit manusia dan menolong masalah yang terjadi di
masyarakat. “Di sini harus dipahami, yang terjadi bukan Mbah Amar sakti,
tapi karena ia orang sudah bertaubat, bersih hatinya, sehingga ia disayang
Allah dan diberi kekuatan khusus, nanti kalau ia sombong, bisa jadi kekuatan
itu hilang,” tutur Ngalimun.

Intinya, menurut Ngalimun, yang sakti itu
Tuhan bukanlah Mbah Amar. “Jadi, orang seperti Mbah Amar ini harus kita
jaga martabat dan kehormatannya, nyawa, termasuk kesehatannya,” jelasnya. Sesuai struktur organisasi, yayasan ini dibina Amar
Ma’mur, KH Mustagfirin dan H Rukmi dengan pengawas K. Ali Mahfudz dan Sukarman.
Yayasan Jamaah Pasrah dipimpin dengan Ketua I H Suwono dan Ketua II Ngalimun,
S.Pd.I dengan Sekretaris Moch. Anis dan Ali Shofyan serta Bendahara Supriyono
dan Rondi. Selain itu, struktur kepengurusan jamaah ini juga memiliki seksi
yaitu Humas ditempati Ngateno dan Sarbini, Koordinator Wilayah dengan
penanggung jawab Ah. Sunarto, Jani, Sukisman, S.P, Bagus dan H Agus, ST. Dalam
bidang keagamaan dengan penanggung jawab Hamam Supardi, H. Ah Fauzi dan Minan
Nurul Rohman, S.Pd.I.

Saat ini, yayasan ini juga memiliki jamaah perempuan yang
memiliki struktur kepengurusan sendiri. Kegiatan tahunan adalah santunan yatim
piatu akbar setiap tanggal 10 Suro dan ziarah walisongo setiap bulan, burdahan
setiap satu bulan sekali, pengajian, tahlilan, manaqiban dan sebagainya.
Yayasan ini juga memiliki badan usaha ternak sapi dan kambing yang dikembangkan
untuk kesejahteraan yatim piatu.

Reporter dan Editor: Hamidulloh Ibda.

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan