Yayasan Jamaah Pasrah Pati Sebarkan Agama Islam dengan Burdahan

0

PATI, Islamcendekia.com – Budaya burdah
atau burdahan di desa memang sangat kental, khususnya di Dukuhseti, Pati, Jawa
Tengah. Salah satunya yang dikembangkan Yayasan Jamaah Pasrah Pati sebagai
salah satu jamaah yang bergerak di bidang sosial keagamaan.

Selain tahlil, manaqiban, santunan yatim
piatu, pengajian, ziarah walisongo dan para wali, Yayasan Jamaah Pasrah juga
menggelar salawat burdah yang berisi pembacaan maulid barzanji dan salawat nabi
yang diiringi dengan musik terbang.

“Kami selalu mengembangkan agama Islam
dengan berbagai pendekatan budaya, hal itu dulu sudah dikembangkan para
walisongo,” tutur Ngalimun, S.Pd.I Ketua Yayasan Jamaah Pasrah saat
ditemui Islamcendekia.com, Jumat (23/5/2014). Menurut Ngalimun, kegiatan burdahan ini
tidak hanya di satu rumah, namun berkeliling sesuai jadwal. “Kadang juga
berkeliling ke luar kota jika ada permintaan dari salah satu jamaah, biasanya
memperingati haul, syukuran pernikahan atau khitan dan sebagainya,” ungkap
guru SMK Telkom Terpadu AKN Marzuki Pati itu.

Kegiatan burdahan ini dibina oleh Amar
Ma’ruf selaku sesepuh Jamaah Pasrah, dimpin oleh Kasban, dengan sekretaris Aly
Sofyan dan Parjan sebagai bendahara serta Minannurul Rohman, S.Pd.I sebagai
penggali dana.

Burdahan yang dikembangkan Yayasan Jamaah
Pasrah ini digelar tiap bulan, yaitu Suro di rumah Kasmuri (Dukuhseti), Sapar
di rumah Busono (Margomulyo), Mulud di rumah Kisman (Kalikalong), Ba’da Mulud
di rumah H Suwono (Alasdowo), Jumadil Awal di rumah Rondi (Dukuhseti), Jumadil
Akhir di rumah Supriyono (Dukuhseti), Rajab di rumah Ngalimun (Dukuhseti),
Ruwah Aly Sofyan (Kembang), Puasa di rumah Amar Ma’ruf (Kembang), Syawal di
rumah Sutrisno (Alasdowo), Apit di rumah Kasban (Dukuhseti) dan Besar di rumah
Minannurul Rohman (Dukuhseti).

Dalam kegiataan burdahan tersebut yang
digelar setiap Selasa Kliwon, Yayasan Jamaah Pasrah juga selalu memberikan
santunan ke beberapa anak yatim yang berdomisili di tempat jamaah yang mendapat
jadwal. “Semua ini kami lakukan dalam rangka syiar agama Islam dan semata-mata
mencari rida Allah Swt,” tutur Ngalimun sebagai pemandu burdahan.

Reporter dan Editor: Hamidulloh Ibda

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan