Facebook Menurut Islam

0

SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM – Sosial media seperti facebook,
twitter, saat ini menjadi media wajib bagi kalangan pemuda. Tak hanya pemuda,
namun para politisi, kiai, santri dan pendidik saat ini sudah lazim menggunakan
facebook. Namun, bagaimana facebook menurut Islam?
Menurut Mafatikhul Habibi, pakar media dari Udinus, facebook
itu hanya menjadi alat untuk berkomunikasi, selain lewat email, ponsel dan
android. “Kalau masalah hukum menurut Islam, Saya kira lebih pada tujuan atau
mau digunakan untuk apa. Soalnya, apa saja bisa jadi haram ketika digunakan
untuk kejahatan. Begitu pula, apa saja menjadi halal, ketika digunakan untuk
kebaikan,” tuturnya saat ditemui Islamcendekia.com, Selasa (17/6/2014).
Di sisi lain, Muharom Alrosid yang juga mantan Direktur
Badan Pengelola Latihan HMI Cabang Semarang menyatakan bahwa dunia modern
menyeret manusia untuk memilih. “Artinya, facebook itu kan alat komunikasi.
Kalau digunakan untuk silaturrahmi ya baik, tapi kalau untuk meneror orang,
mengancam, dan media selingkuh, hal itu jelas jadi haram,” tutur alumnus IAIN
Walisongo Semarang tersebut.
Direktur Forum Muda Cendekia (Formaci) Jawa Tengah,
Hamidulloh Ibda juga berpendapat bahwa ibarat benda, facebook itu seperti golok.
“Ia bisa bermanfaat bagi kita, tapi juga bisa membunuh kita. Banyak orang
dibunuh gara-gara fecebook. Tapi, banyak pula orang mendapat uang yang halal
dari facebook. Jadi, semua bergantung angle dan bagaimana cara mengelola
facebook dengan retorika yang baik,” jelasnya. Menurut Ibda, facebookan atau tidak itu keputusan masing-masing individu. “Mau facebookan atau tidak, itu ya pilihan,” jelasnya.
Nailul Mukorobin, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Komisariat Unnes Konservasi juga berpendapat bahwa facebook itu halal. “Asal
hukum facebook itu mubah. Logika hukum itu bisa didasarkan pada kaidah fikih  “al-ashlu fi al-asy-syaa` al-ibahah hatta
yadulla ad-dalilu ‘ala at-tahrim
.” Artinya, hukum asal sesuatu, baik itu benda atau barang adalah boleh, hingga terdapat dalil yang mengharamkannya,” jelas
Nailul. Jika belum ada bahtsul masa’il tentang hukum facebook,;anjutnya, Saya ya tidak ada masalah.
Menurutnya, hal itu sudah dijelaskan dalam kita Al-Asybah wa al-Nazha`ir fi Al-Furu  halaman 10 dan kitab Nailul Authar halaman 443. “Jadi, mau facebookan atau tidak,
itu keputusan pribadi. Yang penting, prinsip facebook harus mengindahkan norma
Islam dan menciptakan ketenangan bagi manusia,” tandasnya.

Reporter dan Editor: Achmad Hasyim

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan