IAIN Dikatakan Sebagai Ingkar Allah Ingkar Nabi

0

SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM  – Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Walisongo Semarang dari tahun ke tahun selalu melahirkan tokoh-tokoh pemikir
Islam yang dinilai kontroversial dan aneh. Maka tidak heran, jika IAIN diplesetkan
menjadi Ingkar Allah Ingkar Nabi.
Menurut Nur Kholis Fuadi, Ketua BEM Fakultas
Tarbiyah 2006, menyatakan bahwa sebenarnya hal itu hanya sindirian yang
ditujukan bagi sebagian mahasiswa dan aktivis Islam yang berpikir aneh, unik
dan mengeluarkan gagasan kontroversial.
Seperti kita ketahui, kampus seperti IAIN, UIN dan STAIN sering mengeluarkan gagasan, aksi dan pemikiran aneh. Seperti silaturrahmi ke gereja, diskusi dengan tokoh lintas agama, gagasan nikah sesama jenis dan sebagainya.
“IAIN, sejak Saya kuliah dan
menjadi aktivis memang selalu menelurkan gagasan aneh. Bahkan, IAIN dikatakan
sebagai Ingkar Allah Ingkar Nabi,” ujar Kholis yang juga mantan aktivis PMII
Rayon Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.
Saya akui, lanjutnya, pemikiran
aktivis IAIN cenderung liberal dan kadang keluar dari ketentuan dan pola pikir
masyarakat awam. “Ini harus diluruskan, tidak semua mahasiswa IAIN Walisongo
seperti itu. Karena hal itu hanya dilakukan sebagian mahasiswa yang salah arah
dan sok intelek agar menarik perhatian,” ujar mantan Ketua Umum Himpunan
Mahasiswa Pati di Semarang (Himpas) yang sekarang menjadi KMPP.
Kholis yang juga alumnus Ponpes
YPRU Pati itu menyatakan bahwa sebenarnya liberal itu boleh-boleh saja, yang
penting ada batasanya. “Berpikir liberal itu boleh, tapi hanya dalam ranah
intelektual. Tapi kalau waktu salat, kita harus tetap salat dan menjalankan
perintah agama Islam,” ujar mantan aktivis LPM Edukasi itu.

Menanggapi hal itu, Tajussyarofi
mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom Walisongo Semarang
menyatakan bahwa sebenarnya berpikir liberal bagi mahasiswa IAIN sudah wajar.
Karena iklim kampus dan atsmosfer intelektualnya mengharuskan demikian.
“Bagi
mahasiswa IAIN, hal itu wajar. Tapi, yang paling penting adalah tidak berhenti
belajar karena merasa sudah pandai. Mahasiswa IAIN itu kan rata-rata dari desa
yang berlatar belakang NU, jadi ketika sudah menerima asupan gizi Islam di
kampus, mereka secara akademis akan berpikir liberal,” ujar mantan Ketua IPNU
Brebes tersebut.
Lulusan PAI Fakultas Tarbiyah ini
juga berharap agar isu-isu yang menjelakkan IAIN harus dicerna, didiskusikan,
dan dikoreksi dulu. “IAIN memang gudang pemikir Islam yang aneh dan unik. Kalau
masyarakat awam tidak mampu menerima dan akalnya tidak sampai, ya sangat berbahaya.
Maka, ungkapan IAIN sebagai Ingkar Allah Ingkar Nabi itu harus dikoreksi,
ditelisik lebih dalam lagi,” harapnya.

Reporter dan Editor: Hamidulloh
Ibda/Foto: Muslimedia News

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan