Kampanye Hitam Menurut Islam

0

SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM –
Kampanye hitam atau black campaign menurut Islam harus ditegaskan. Kampanye hitam merupakan salah satu fenomena baru
dalam dunia politik kita. Hal itu sangat melukai substansi demokrasi dan
politik.  Kampanye hitam yang beredar
selama ini sama seperti adu domba, fitnah dan tujuannya melemahkan lawan
politik lewat berbagai propaganda.

“Dulu, Nabi Muhammad Saw
mengajarkan cara berpolitik dengan retorika yang baik dan benar. Maka, politisi
sangat haram jika melakukan kampane hitam. Karena hal itu meracuni esensi dan
kesucian politik,” ujar Nailul Mukorobin, Ketua Umum HMI Komisariat Unnes
Konservasi Semarang.
Menurutnya, pelaku kampanye hitam
itu kerdil cara berpikirnya. “Orang yang menfitnah itu kan picik dan pengecut. Sedangkan
Islam sendiri melarang pemeluknya berbuat picik,” tuturnya.
“Dalam Islam, kita menyebut
fitnah sebagai dosa besar. Sedangkan kampanye hitam itu ya bagian dari fitnah, maka
black campaign juga dosa besar,” tutur Hamidulloh Ibda saat diskusi
Kampanye Hitam dan Kampanye Putih tak lama ini.
Menurut Islam, lanjut Ibda, istilah
fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan sudah membumi dan banyak orang tahu.  “Di Alquran, ada ayat Wal fitnatu
asyaddu minal qotli
yang artinya Dan fitnah itu lebih sangat (dosanya)
daripada pembunuhan.
Ini harus dipahami oleh politisi agar tidak menyebar
kampanye hitam,” ujar Ibda.
Di dalam surat Al Baqarah (2)
ayat 191 yang menjelaskan bahanya fitnah tersebut harus dipahami semua
pendukung capres-cawapres. “Kampanye hitam itu intinya merusak, menfitnah dan
melemahkan lawan. Padahal, substansi kampanye itu kan membangun. Ia bersih dan
suci,” tuturnya. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa fitnah itu dosanya sama
seperti syirik atau menyekutukan Tuhan.
“Memang benar, ada beberapa
tafsir yang menjelaskan bahwa kata al-fitnah dalam ayat tersebut artinya
namimah atau adu domba. Tapi, kata al-fitnah di ayat tersebut
sebenarnya sesuai dengan makna syariat Islam yaitu kesyirikan dan kekufuran,”
jelas lulusan IAIN Walisongo Semarang tersebut.
Senada dengan itu, Muharom
Alrosyid, salah satu staf KPU Jawa Tengah menilai bahwa kampanye hitam muncul
karena tidak ada hukum tegas. “Munculnya kampanye hitam karena antiklimaks
tidak adanya hukum tegas di negeri ini. Maka, salah satu solusi preventifnya
adalah menghukum tegas pelaku tersebut,” ujarnya.
Sedangkan dalam Islam, Rosyid menilai
bahwa politisi saat ini sudah meruntuhkan etika politik. “Politik yang bernafaskan
Islam, tidak dibenarkan jika menfitnah, adu domba dan menjelekkan. Maka, hukum
kampanye hitam sangat terlarang dan haram. Semua orang pasti setuju jika
kampanye hitam dihukumkan haram,” pungkas Dia.

Menurut Rosyid, daripada melakukan kampanye hitam, lebih baik melakukan kampanye putih dan transaksi gagasan. “Hal itu justru lebih elegan dan bermartabat,” pungkasnya.

Reporter dan Editor: Achmad
Hasyim

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan