Kesuksesan Hamidulloh Ibda, Semua Berawal dari Tulisan

0

SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM – Bagi Hamidulloh Ibda, kesuksesan seorang
itu tidak hanya dinilai dari materi, jabatan dan gelar mentereng. Namun,
memiliki banyak karya intelektual itu kesuksesan yang tak bisa dibeli. “Bagi
Saya, memiliki banyak karya itu sudah kesuksesan luar biasa bagi kaum intelektual,”
tuturnya kepada Islamcendekia.com.
Sampai saat ini, jumlah karya intelektual yang ditulis Hamidulloh Ibda
sudah tak terhitung. Ia sudah menerbitkan dua buku dan mengedit beberapa buku
serta ratusan artikel di berbagai media massa, baik tingkat lokal maupun
nasional, baik di media cetak maupun online. “Waktu masih S1, Saya sudah
berhasil menerbitkan buku sendiri berjudul Demokrasi Setengah Hati yang
diterbitkan Kalam Nusantara Depok,” ungkapnya. Bagi Saya, lanjut Ibda, hal itu
sudah kesuksesan luar biasa, karena masih jarang mahasiswa tingkat S1 yang bisa
menerbitkan buku sendiri.
Selain Demokrasi Setengah Hati, buku kedua yang sudah ditulis dan
terbit laris manis adalah berjudul Stop Pacaran Ayo Nikah yang diterbitkan
Lintang Rasi Aksara Books dan Lentera Aksara. “Waktu S1 sudah satu buku, waktu
S2 semester 1 saya juga sudah menerbitkan buku berjudul Stop Pacaran Ayo
Nikah,” jelas mantan Pemimpin Umum Majalah Tuntas itu.
Selain menulis buku, tahun 2013 Ibda juga pernah mengedit buku berjudul
“Gagasan Kepemimpinan, Refleksi Keindonesiaan dan Keislmanan” yang ditulis
Tajus Syarofi dengan penerbit Buku Litera. Selain itu, Ibda juga pernah
mengedit buku Pelabuhan Perikanan yang ditulis Dr Agus Suherman, MSi yang
diterbitkan Badan Penerbitan Undip.
Ratusan artikel Ibda juga pernah terbit dan dimuat di berbagai media
massa. Di Jawa Tengah pernah dan sering terbit di Suara Merdeka, Wawasan,
Jateng Pos, Solopos, Jawa Pos Radar Tegal dan Radar Semarang, Koran Barometer,
Harian Semarang, Harian Jateng dan sebagainya. “Di tingkat Nasional, tulisan
Saya juga dimuat di Jurnal Nasional, Sinar Harapan, Suara Karya, Kompas, Media
Indonesia, Republika, Koran Jakarta, Suara Pembaharuan dan sebagainya,” tutur
lulusan IAIN Walisongo Semarang itu.
Tulisan pemuda kelahiran Pati ini juga pernah dimuat di Harian Bhirawa
Surabaya dan Malang Pos. “Selain itu, di luar Jawa juga pernah dimuat di Riau
Pos, Jawa Pos Radar Bangka dan Radar Lampung, Lampung Pos, Waspada Medan,
Jurnal Medan, Pikiran Merdeka Aceh, Metro Siantar, Harian Singgalang, Harian
Tebengan, Harian Vokal, Haluan Kepri, Padang Ekspres dan sebagainya,”
tandasnya.
Selain media cetak, di dunia online tulisan mahasiswa
Pascasarjana Unnes itu juga pernah terbit di
Okezone.com, NU Online, Rimanews.com, Lintasgayo.com, Koranfakta.Net,
Atjehlink.com, HMINews.com, GP Anshor Online, Kompi.org, Newsindonesia.com,
Cdisnews.com, Islamcendeka.com dan media lain yang tak terlacak. 
Tulisan mantan Direktur Utama Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI)
Tuntas Semarang ini juga ikut meramaikan media kampus dan mahasiswa. Seperti
Majalah Tuntas, Tabloid SKM Amanat, Bulletin Insani, Rausyanfikr, Buletin Jumat
dan sebagainya. Tahun 2013, penulis juga mendapat nominasi dari Lembaga Pers
Mahasiswa (LPM) Edukasi FITK IAIN Walisongo sebagai mahasiswa teladan nominasi
“Penulis Mahasiswa Terproduktif”.
Saat ini, selain masih aktif menulis di media
massa, Ibda berhasil mendirikan media online yaitu Cdisnews.com, menjadi
Pemimpin Umum Harianjateng.com serta menjadi Pemimpin Redaksi Islamcendekia.com.
“Saya dulu makan juga dari tulisan, beli laptop dan
kamera serta HP juga dari tulisan. Bahkan, Saya S2 di Unnes dan mendapatkan
istri juga dari tulisan,” tuturnya. Apalagi, lanjut Ibda, istri Saya itu
penulis LKTI hebat, ia selain Lulusan Terbaik PGSD Unnes dan pernah jadi
Mahasiswa Berprestasi dau kali, ia ternyata juga pintar menulis. “Jadi, intinya
semua berawal dari tulisan. Memang benar, tulisan bagi Saya bukan segalanya,
namun segalanya bisa berawal dari sana,” pungkasnya.
Reporter dan Editor: Achmad Hasyim.

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan