Menu

Midodareni Pernikahan Budaya Khas Blora

  Dibaca : 342 kali
Midodareni Pernikahan Budaya Khas Blora
Kidung Wahyu Kolosebo ciptaan Kanjeng Sunan Kalijaga

BLORA, ISLAMCENDEKIA.COM – Midodareni merupakan salah satu adat Jawa yang masih dilestarikan di Jawa Tengah, salah satunya di Kabupaten Blora. “Tiap ada pengantin di Blora, rata-rata dirias dan mereka disuruh duduk ketika ada syukuran pernikahan. Setelah acara syukuran selesai, pengantin baru boleh pergi,” tutur Dian Marta Wijayanti yang pada Sabtu 7 Juni 2014 menggelar pesta pernikahan di Blora.

Secara bahasa, lanjut Dian, midodareni satu akar kata dengan widodari yang artinya bidadari yang cantik, wangi, anggun dan bersinar. “Di Blora, jika belum akad nikah, midodareni digelar sekitar jam 7 malam hingga jam 12 malam. Ada sebagian warga meyakini pengantin putri tidak boleh tidur sebelum jam 12 malam,” ujarnya.

Saat pengantin putri di panggung pernikahan, para masyarakat mendokan pengantin itu sebagai wujud doa restu agar pernikahan itu barokah. “Ini sangat unik, karena masyarakat di era modern seperti saat ini sudah meninggalkan budaya Jawa,” jelas Dian.
Reporter dan Editor: Ah. Fauzin.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional