Pemilu Menurut Islam

0

SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM – Pemilihan Umum atau yang akrab
disebut Pemilu sudah berjalan bertahun-tahun di Indonesia. Namun, dalam
perspektif Islam, Pemilu sebenarnya memiliki dampak positif dan negatif.
Menurut M Hakim Junaidi, MAg, Komisioner KPU Jawa Tengah, Pemilu itu dijalankan
karena Indonesia adalah negara demokrasi.
“Sebagai warga negara yang baik, baik Islam maupun
non-Islam, mencoblos pada saat Pemilu hukumnya wajib,” tutur Dosen IAIN
Walisongo Semarang itu.
Berbeda dengan hal itu, Kiai Muslim Asslamy, Ketua Forum
Bahtsul Masa’il Kitab Kuning Kabupaten Pati menyatakan bahwa Pemilu saat ini
sudah bergeser dari koridornya. “Dana untuk Pemilu itu berlebihan, dari
Pilkades, Pilkada, Pilgub, Pileg sampai Pilpres, itu semua menghabiskan
anggaran yang justru merugikan negara,” ungkapnya.
Dalam hal ini, Kiai Muslim akan berupaya mencari jalan
keluar dengan mengeluarkan fatwa haram Pemilu yang akan digodok dalam bahtsul
masa’il. “Negara ini banyak utangnya, namun Pemilu justru menjadi ajang
jor-joran uang negara. Kalau begini terus, uang negara akan habis hanya untuk
Pemilu. Padahal, pejabat hasil Pemilu juga rata-rata korup,” tuturnya.
Muhammad Bayanul Lail, selaku PPK di Pekalongan juga
menyatakan bahwa perlu adanya solusi terkait pergeseran Pemilu. “Dalam Islam,
dikenal dengan istilah hukum yang beredar sesuai kondisi zaman. Yang disalahkan
bukan Pemilunya, namun pelaksanannya dan pejabatnya yang tidak mengindahkan
nilai-nilai agama,” tuturnya.

Reporter dan Editor: Ahmad Fathoni

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan