Tim Redaksi Islam Cendekia Gelar Tahlilan

0

SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM –
Pada Minggu 15 Juni 2014, Tim Redaksi Islamcendekia.com menggelar
tasyakuran yang diisi dengan pembacaan yasin dan tahlil serta diskusi
keislamanan. Menurut Mafatikhul Habibi salah satu Tim Redaksi Islamcendekia.com,
Tahlilan merupakan wahana untuk mengingat mati dan mendoakan para keluarga yang
sudah meninggal dunia. “Dengan tahlilan, kita akan bisa mengingat mati,”
ujarnya.
Senada dengan itu, Nailul
Mukorobin juga menjelaskan bahwa sebenarnya tahlilan atau tidak itu bukan
urusan NU atau Muhammadiyah. “Kita ini orang Islam, yang penting Islam tak
perlu mempermasalahkan tahlilan atau tidak,” jelasnya. Acara yang digelar
lesehan itu juga dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan serta
tasyakuran pernikahan Pimred Islamcendekia.com.
Solikul juga berpendapat sama.
Menurut aktivis asal Demak itu, sebenarnya itu hasil budaya saja. Tapi
menurutnya, hal itu menjadi penting, karena agama itu juga urusan budaya.
“Agama tanpa budaya, Saya jamin akan gersang bahkan mati,” ungkapnya.
Agenda tasyakuran yang digelar di
rumah Pimred Islamcendekia.com ini juga dihadiri sejumlah aktivis
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang termasuk Ketua Umumnya Aat Ezka
Fahmadi, Ketua Persaudaraan Antar Etnis Nusantara (PERANTARA) Jawa
Tengah Ahwani, M Kholil Syaroni Direktur BPL HMI Cabang Semarang, Lismanto Pemimpin Umum Islamcendekia.com, beberapa perwakilan dari Lembaga Pers Mahasiswa
Islam (LAPMI) Tuntas Cabang Semarang, Pemimpin Umum Harian Jateng Hamidulloh
Ibda, Direktur LSM Gerbang, Muharom Alrosid, dan Wahyu Ambarwati, Sekretaris
SMARTA School Semarang.
Menurut M Kholil Syaroni,
tahlilan itu budaya wajib di kalangan warga NU. “Sebagai warga NU, saya memberi
apresiasi kepada siapa saja yang melakukan tahlilan, mau dia aktivis HMI, PMII,
KAMMI, itu hanya soal baju organisasi,” tutur mantan Ketua Umum IPPNU Ranting
Ngaliyan, Semarang itu.

Reporter dan Editor: Iluk

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan