Lebaran 2014 Tanggal Berapa?

0

ISLAMCENDEKIA.COM
– Puasa Ramadan 2014 sudah berjalan dua Minggu lebih. Namun, umat Islam masih
bingung dan bertanya lebaran 2014 tanggal berapa? Pertanyaan ini sangat
simpel namun jika dijawab harus menggunakan berbagai pendekatan dan dasar yang
ilmiah, logis dan berdasarkan Ilmu dan ketentuan. Apalagi, di Indonesia hampir
tiap tahun, penetapan awal dan akhir Ramadan atau lebaran selalu beda.

Bagi
masyarakat awan dan khususnya buruh, lebaran tanggal berapa saja tak masalah.
Pasalnya, mereka lebih memilih dapat THR daripada pusing-pusing memikirkan
leberan jatuhnya kapan. Namun, sebagai umat Islam yang cerdas, kita harus bisa
menjawab jika ada pertanyaan lebaran 2014 tanggal berapa?

Menurut
kalender umum 2014, lebaran atau Hari Raya Idul Fitri  1435 H jatuh pada 28-29 Juli
2014. Sedangkan 1 Minggu setelah lebaran, digunakan waktu liburan atau cuti
para pegawai sekolah, pabrik, PNS dan guru atau pekerja di lembaga lain. Namun,
tahun 2014 ini, lagi-lagi Muhammadiyah mengawal puasa dulu. Mereka puasa duluan
dan tidak bareng dengan ketentuan pemerintah/Kementerian Agama. Jelas, bahwa
mereka pasti lebaran duluan.

Maka dari itu, bagi warga Muhammadiyah pasti merayakan
lebaran sebelum tanggal 28 Juli 2014. Kemungkinan besar mereka akan merayakan
lebaran tahun ini pada 27 Juli 2014.

Dalam hal ini, yang paling penting kita harus
memperhatikan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Hari Libur Nasional dan
cuti bersama tahun 2014. Sesuai SKB tersebut,.Hari Raya idul Fitri ditetapkan
pada tanggal 28 Juli 2014, libur lebaran tanggal 28-29 Juli 2014. Ini
merupakan dasar dari pemerintah Indonesia.

Jadi, bagi masyarakat awam yang beragam Islam tak perlu
bingung. Mau mengikuti Muhammadiyah atau pemerintah, semua ada dasarnya. Yang
terpenting sudah merujuk konsep Islam, baik itu rukyatul hilal atau hisab. Yang
sangat terlarang adalah orang Islam yang tidak berpuasa Ramadan tapi mereka
ikut lebaran. Ini harus diluruskan. Permasalah lebaran tanggal berapa itu tidak
menjadi masalah.

Menurut Hamidulloh Ibda, Peneliti Senior pada Centre for
Democracy and Islamic Studies (CDIS) Semarang, berlebaran kapan saja tidak ada
masalah. “Yang penting puasa kita benar. Kalau tak benar, mengapa kita mikir
lebaran,” ungkapnya.

Ibarat orang kerja, lanjutnya, tak usah mikir gaji dapat
berapa kalau kerja kita tak benar. “Begitu pula dengan ibadah puasa
Ramadan. Ia harus dijalankan dengan baik, baru kita mendapatkan hari yang suci
yaitu Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya.

Jika merujuk di atas, mau tanggal 27 Juli 2014 atau 28 Juli
2014, Anda punya pilihan. Terpenting dan terdepan adalah Anda harus memastikan
bahwa puasa Anda tidak bolong, agar berkah dan Anda bisa menikmati lebaran 2014
dengan penuh kasih sayang dan kebahagiaan. Amin.

Reporter
dan Editor: Achmad Hasyim. Foto: Islamcendekia.com

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan