Makna Ngabuburit Ramadan Menurut Islam

0

SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM – Bagi umat Islam
khususnya di Indonesia, ngabuburit atau menunggu buka puasa adalah budaya yang
selalu ada tiap tahun. Uniknya, hal itu hanya di Indonesia, karena saat
ngabuburit, banyak kegiatan dilakukan pemuda dan masyarakat yang berbau Islami,
tetapi kadang juga banyak yang merugikan.

Secara bahasa, terminologi ngabuburit itu sendiri
berasal dari Bahasa Sunda, Jawa Barat. Ngabuburit berasal dari kata “burit”
yang artinya waktu sore, senja, atau menjelang mangrib. Istilah ini berkembang
dari Jawa Barat hingga ke seluruh Indonesia. Namun pertanyaanya, apa hukumnya ngabuburit
Ramadan menurut Islam
? Inilah beberapa pendapat aktivis Islam terhadap
budaya ngabuburit.

Nailul Mukorobin, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa
Islam (HMI) Komisariat Unnes Konservasi Semarang mengatakan ngabuburit itu
memang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Apalagi ngabuburit dengan
pacar di alun-alun, tentu tidak pernah. “Ngabuburit itu sah-sah saja. Karena
ini tidak ada hubungannya dengan agama. Ini budaya dan jika terjadi hal negatif
pada saat ngabuburit, itu hanya pelakunya saja, tapi hakikat ngabuburit tetap
baik,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Forum Muda
Cendekia (Formaci) Jawa Tengah juga menilai ngabuburit itu sebenarnya budaya
unik dan harus dilestarikan. “Islam itu membolehkan apa saja asal tujuannya
baik, dan melarang apa saja yang bertujuan buruk. Jadi, ngabuburit bisa jadi
baik ketika dilakukan dengan baik, begitu pula sebaliknya,” tuturnya.

Menunggu puasa, lanjut Ibda, adalah salah satu
pekerjaan yang menjadi indah ketika diisi dengan hal-hal positif. “Nabi
Muhammad kan sudah menyeru pada umat Islam untuk mengalkan buka puasa dan
mengakhirkan sahur puasa. Nah, nilai dan spirit ngabuburit ini adalah untuk
memberi simbol pada umat Islam agar menyegerakan diri untuk berbuka puasa,”
paparnya.

“Jadi, silahkan Anda ngabuburit sepuasanya, asal
dilakukan dengan cara baik, tidak merugikan orang dan memberi kebahagiaan
kepada semua umat Islam,” tandas Ibda. Yang tidak boleh dilakukan, menurut Ibda
saat ngabuburit adalah sesuatu yang mengganggu dan merugikan orang. “Misalnya,
menyalakan petasan, trek-trekan dan balapan liar, menggoda cewek dan
sebagainya,” ujarnya.
Ngabuburit itu kan menunggu waktu buka puasa. “Masak menunggu waktu buka puasa diharamkan? Kan lucu,” tutur Ibda.

Reporter dan Editor: MH. Foto: Metaholic

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan