Masyarakat Samin Blora Ternyata Beragama Islam

0

BLORA, ISLAMCENDEKIA.COM – Selama
ini, banyak orang salah kaprah dalam memahami masyarakat Samin Blora. Menurut
pandangan umum, Samin itu dikatakan sebagai sebuah aliran tarikat sufisme, ada
juga yang mengatakan bahwa Samin adalah agama nusantara seperti kepercayaan
orang Badui. Ada juga yang mengatakan bahwa masyarakat Samin memeluk “agama Adam”. Ini harus diluruskan agar kekhasan dan keaslian masyarakat dan ajaran Samin tetap terjaga.
Mengenai hal itu, inilah cuplikan
wawancara Islamcendekia.com kepada tokoh Samin Blora di Dk. Karangpace, Desa
Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupatan Blora. Menurut Waini, istri Mbah
Lasio (keturunan keempat dari Suro Samin), masyarakat Samin di Klopoduwur
beragama Islam. “Saat waktu Salat, mereka juga Salat, saat puasa, mereka juga
puasa,” tutur Waini saat ditemui di rumahnya di depan Pendopo Sedulur Sikep
Samin Karangpace.
Mbah Waini juga mengatakan bahwa
masyarakat masih menganggap Samin itu gila, ketinggalan zaman dan kolot.
“Padahal mereka pahamnya cuma dari omongan orang dan dari internet, aslinya ya
kita beragama Islam,” paparnya. Jadi, sudah jelas bahwa masyarakat Samin Blora ternyata beragama Islam.
Di sisi lain, sesepuh Samin
dipahami orang hanya 1 tokoh, padahal yang benar adalah 3 tokoh seperguruan.
“Jadi, ada 3 seperguran Samin, yaitu Suro Samin atau akrab disapa Mbah Engkrek,
Suro Sentiko dan Suro Sumanto,” tutur Mbah Lasio, keturunan keempat dari Mbah
Engkrek.
Menurut Indra Bagus Kurniawan,
Ketua MPK SMA 1 Blora yang juga pernah membuat karya tulis ilmiah tentang Samin,
menyatakan bahwa sebenarnya masyarakat masih menilai Samin itu negatif, mulai
dari tingkah laku hingga budaya yang diabadikan Samin. “Seharusnya masyarakat
tak hanya percaya begitu saja terhadap keterangan dari internet. Karena yang
ada di internet itu salah kaprah, termasuk di Wikipedia tentang Samin itu juga
salah dan tak cocok dijadikan referensi,” terangnya.
Kalau ingin percaya dan melihat
fakta nyata, lanjut Indra, masyarakat harus datang langsung dan wawancara
kepada tokoh Samin di Klopoduwur, Blora. “Kalau masih menggunakan internet
untuk memahami ajaran dan keluhuran Samin, hal itu pasti tidak tepat,” jelas
Dia.
Reporter dan Editor: Hamidulloh
Ibda. Foto: Islamcendekia.com/IBK.

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan