Peran Pemerintah dalam Menghadapi Mudik

0

ISLAMCENDEKIA.COM – Mangan ora mangan waton kumpul (makan
tidak makan yang penting kumpul). Pepatah ini masih menjadi alasan utama kenapa
sebagian besar dari saudara kita memaksa mudik saat Lebaran. Meski pada
kenyataannya, kesempatan pulang kampung tak jarang dimanfaatkan untuk pamer
kepada famili, sahabat, serta tetangga di daerah asal, baik terhadap mereka
yang sama-sama merantau maupun terhadap mereka yang menetap di daerah asal.
Tak ada yang salah dengan kebiasaan mudik untuk
merayakan hari besar umat Islam, Idul Fitri, ini meski masyarakat non-Muslim
pun memanfaatkan kesempatan itu. Yang jadi masalah, karena pergerakan manusia
dilakukan dalam jumlah yang besar dan dalam waktu bersamaan, maka berbagai
permasalahan muncul. Semua persoalan itu menjadi pekerjaan rumah bagi
pemerintah karena menyangkut kepentingan umum, seperti transportasi, kesiapan
infrastruktur (jalan raya, jembatan), dan lainnya.
Adalah Kementerian Perhubungan (Kemhub) yang menjadi
sasaran tudingan jika berbagai pergerakan manusia dari satu kota ke kota
lainnya menghadapi berbagai kendala. Jika terjadi kecelakaan KA, Kemhub
langsung dinilai tak becus. Apabila bus-bus angkutan Lebaran bermasalah, Kemhub
pun dinilai harus bertanggung jawab. Begitu juga dengan angkutan udara. Padahal
,sejatinya kesalahan sering terjadi akibat ketidaksiapan operator angkutan bus,
KA, laut, dan udara. Padahal selain Kemhub, masih ada pihak lain yang
bertanggung jawab atas segala kendala yang terjadi.
Kemhub harus berupaya maksimal menghadapi musim mudik
dan balik. Kemhub, didukung pemerintah, pengelola jalan tol, dan aparat
kepolisian, memang harus berupaya maksimal agar musim mudik tak menjadi musibah
bagi siapa pun. Berbagai cara harus diupayakan, misalnya mengimbau masyarakat tak
mudik bersamaan, dengan sasaran mengurai kepadatan hingga tak terjadi kepadatan
di berbagai moda transportasi dalam menghadapi Lebaran. 
Pengaturan arus mudik dan balik memang tak semudah
membalikkan telapak tangan. Karena itu, perlu perhatian ekstra dan dukungan
dari berbagai kalangan, termasuk masalah keamanan di perjalanan. Ingat,
kegiatan mudik dan balik melibatkan banyak orang. Berdasarkan perkiraan Kemhub,
untuk tahun ini yang akan menggunakan transportasi umum mencapai jutaan orang
dibanding tahun 2013. Jadi, Kemhub perlu dukungan dan bekerja ekstra untuk menciptakan
mudik aman dan nyaman.

Laporan Khusus Islamcendekia.com.
Editor: Hamidulloh Ibda. Foto: Hazanzainudin.

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan