Salat Tarawih Baiknya 8 atau 20 Rakaat?

0

SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM – Banyak umat Islam di Indonesia masih
bingung dengan praktik salat Tarawih dan Witir ketika bulan Ramadan.
Muncul pertanyaan salat Tarawih baiknya 8 atau 20 rakaat? Ini harus
dijawab agar umat Islam tidak bingung dan “galau” memikirkan mana yang benar dan
mana yang salah.
Ada banyak hadist yang simpang siur menjelaskan hal itu. Sebagian menjelaskan 8
rakaat untuk Tarawih  dan 3 rakaat untuk
witir. Jadi semuanya 11 rakaat. Ada pula yang menyatakan 20 rakaat untuk Tawarih
dan 3 rakaat untuk Witir. Jadi total semua 23 rakaat.
Inilah beberapa hadist yang menjelaskan jumlah rakaat salat
tarawih dan witir;
Menurut suatu hadist, Nabi Muhammad Saw hanya salat tidak lebih dari 11 rakaat. Sesuai hadist ini; “Rasulullah Saw tidak
pernah menambah jumlah rakaat dalam salat malam di bulan Ramadan dan tidak pula
dalam salat lainnya lebih dari 11 rakaat.” (HR. Bukhari no. 1147
dan Muslim no. 738).
Hadist lain juga menyebutkan dari Jabir bin ‘Abdillah RA
beliau mengatakan; “Rasulullah Saw pernah salat bersama kami di bulan Ramadan sebanyak 8 rakaat
lalu beliau berwitir. Pada malam berikutnya, kami pun berkumpul di masjid
sambil berharap beliau akan keluar. Kami terus menantikan beliau di situ hingga
datang waktu fajar. Kemudian kami menemui beliau dan bertanya, “Wahai
Rasulullah, sesungguhnya kami menunggumu tadi malam, dengan harapan engkau akan
salat bersama kami.” Beliau menjawab, “Sesungguhnya aku khawatir kalau
akhirnya salat tersebut menjadi wajib bagimu.” (HR. Ath Thabrani, Ibnu
Hibban dan Ibnu Khuzaimah).
Dalam hadist lain, Ibnu Hajar Al Haitsamiy mengatakan,
“Tidak ada satu hadits shahih pun yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw
melaksanakan salat tarawih 20 rakaat. Ada pun hadits yang mengatakan Nabi
Muhammad Saw biasa melaksanakan salat (tarawih) 20 rakaat”, ini adalah hadits yang
sangat-sangat lemah.” (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Quwaitiyyah, 2/9635).
Lalu, mana yang benar? Ini beberapa pendapat para tokoh
Islam;
Menurut Dr Musahadi, MAg, Wakil Rektor 1 IAIN Walisongo
Semarang, saat memberi ceramah di Masjid Attaqwa Ngaliyan, Semarang menyatakan
bahwa biasanya salat Tawarih 8 rakaat itu dipraktikkan warga Muhammadiyah.
Sedangkan 20 rakaat itu biasanya warga NU. “Semua benar dan ada dasarnya. Jadi,
panjenengan tak usah galau memikirkan mana yang benar dan mana yang salah,”
tutur dosen IAIN Walisongo kelahiran Demak itu.
“Yang dilarang itu terlalu banyak diskusi, tapi malah lupa
salat Tarawih dan Witir. Hal ini biasanya dilakukan banyak mahasiswa. Mereka
diskusi sampai malam, tapi malah melupakan salat karena ia tidur dan lelah,” katanya.

Senada dengan itu, Dr Solihan, MAg, Ketua LP2M IAIN
Walisongo Semarang juga berpendapat sama. Ketua Takmir Masjid Attaqwa Ngaliyan
ini berpendapat bahwa Rasulullah dulu pernah salat Tarawih 8 rakaat, dan beliau
juga pernah salat Tarawih 20 rakaat. “Jadi, semua ada landasannya. Karena
semuanya pernah dilakukan Nabi Muhammad Saw,” ujar Dia.

Menurut dosen Fakultas Dakwah Komunikasi tersebut, banyak sekali
umat Islam mendiskusikan polemik 8 atau 20 yang benar terkait jumlah rakaat
salat Tarawih. “Dibuat simpel saja, 8 rakaat itu benar, 20 rakaat juga benar.
Lalu, siapa yang salah? Yang salah adalah yang tidak salat,” tuturnya.

Reporter dan Editor: Hamidulloh Ibda. Foto: Konsultasi Syariah.

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan