Tips Memilih Kampus Berkualitas dan Murah

0

Oleh Hamidulloh
Ibda
Mahasiswa Program
Pascasarjana Universitas Negeri Semarang,
Direktur
Eksekutif Forum Muda Cendekia Jawa Tengah
Memilih kampus merupakan pekerjaan
mudah-mudah gampang, apalagi harus disuguhkan dengan perguruan tinggi negeri
(PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Lalu, baik
antara kampus tersebut? Tentu baik semua. Pemaknaan baik dan buruk sebenarnya
berawal dari hal sepele, salah satunya adalah berawal dari “lulusan” dan
“paradigma” masyarakat. Pasalnya, selama ini masyarakat hanya menilai kampus
yang bagus ketika lulusannya menjadi orang sukses. Selain itu, kampus yang
mewah juga dianggap sebagai perguruan tinggi yang baik. Padahal, belum tentu
anggapan tersebut terbukti kebenarannya.
Selama ini banyak kampus yang dianggap baik dan
berkualitas, namun kenyataanya tidak demikian. Maka dari itu, sejak dini calon
mahasiswa harus cerdas dan tepat memilih kampus, baik PTN maupun PTS. Yang
terpenting kampus tersebut “merakyat” dan pas di kantong dan tidak membebani
orang tua. Pasalnya, selama ini banyak mahasiswa yang masih menggantungkan diri
kepada orang tua.
Kampus “Murah”

Kampus “murah” bukan berarti kampus yang “murahan”.
Kampus murah maksudnya adalah kampus yang biayanya pas di kantong dan tidak
memberatkan orang tua. Artinya, kuliah yang biayanya mahal belum tentu
berkulitas, dan kampus yang biayanya murah juga belum tentu tidak berkualitas.
Semua itu tergantung kualitas dan kredibelitas diri mahasiswa. Pasalnya, selama
ini banyak “orang sukses” yang lahir dari kampus biasa. Nah, semakin jelas
bahwa PTN dan PTS tidak akan menentukan kesuksesan seseorang. Maka dari itu,
yang terpenting adalah hemat di biaya dan meningkatkan kualitas diri ketika
menjadi mahasiswa.
Istilah kampus murah juga bisa dikatakan sebagai
kampus yang merakyat. Istilah tersebut menjadi penanda akan suatu harapan
masyarakat. Yakni, kampus yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat
tanpa memandang kelas ekonomi. Dalam hal ini, prinsip keadilan dalam memperoleh
pendidikan pada setiap warga negara mesti dijalankan perguruan tinggi. Amanat
mulia itu sesungguhnya telah termaktub pula dalam konstitusi negara kita. Pada
pasal 31 ayat 1 UUD 1945, disebutkan setiap warga negara berhak mengeyam
pendidikan layak. Itu artinya, pendidikan tidak melihat perbedaan. Maksudnya,
siapa saja dan dari mana pun asalnya, berhak mendapatkan pendidikan layak di
negeri ini, karena semua orang punya hak untuk kuliah.
Kampus Berkualitas

Selain kampus yang
merakya, calon mahasiswa harus jeli dalam menentukan kampus sebagai ajang
intelektual. Maksudnya, calon mahasiswa harus bisa memilih kampus yang
“berkualitas”. Maksud kampus berkualitas belum tentu kampus yang “elit” atau
“PTN”. Kampus berkualitas merupakan benar-benar berkualitas dalam segala hal,
dari kurikulum, pengajar, sistem pendidikan, dan lain sebagainya. 
Memilih kampus dengan kredibilitas baik menjadi hal
yang paling diperhatikan oleh siswa dan orang tua. Menurut penulis, adalah hal
lumrah dan merupakan naluri alamiah jika siswa memilih perguruan tinggi yang berkualitas.
Setelah mendapatkan informasi dari media cetak maupun on-line, biasanya calon mahasiswa melakukan perbandingan antara
kampus yang satu dengan kampus yang lain. Hal ini wajar dan sah-sah saja,
meskipun sudah cocok dengan program studi yang diinginkan, siswa pasti akan
melihat apakah kampusnya berkualitas atau tidak. 
Dalam konteks ini, yang perlu diperhatikan adalah
“pengetahuan” tentang bibit, bobot, dan bebet kampus. Pasalnya, memilih kampus
ibarat memilih calon istri/suami. Jika sebelumnya salah memilih, maka ke
depannya mahasiswa akan menjali kuliah dengan jiwa “setengah hati”. Maka dari
itu, kampus yang “murah” dan “berkualitas” menjadi jawaban atas kegalauan calon
mahasiswa saat ini.
Nah, dengan memilih kampus yang murah dan berkualitas,
setidaknya calon mahasiswa bisa memetakaan mulai sekarang, apakah kampus
tersebut berasal dari rahim PTN atau PTS? Tentu calon mahasiswa harus paham
akan hal ini. Namun, yang terpenting bukanlah status PTN/PTSnya, yang
terpenting adalah “murah” dan “berkualitas”. Buat apa kuliah di PTN yang mahal
biayanya namun tidak berkualitas, begitu pula sebaliknya. Pada intinya, calon
mahasiwa harus bisa memilah dan memilih mana kampus yang murah dan berkualitas,
dan mana kampus yang mahal tapi tak berkualitas. Selain itu, mereka harus
membuang jauh “paradigma” PTN dan PTS, karena kesuksesan seseorang tidak bisa
diukur lewat status PTN dan PTS.

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan