Apakah Komunis Anti Tuhan?

0
Apakah Komunis Anti Tuhan
SEMARANG, Islamcendekia.com – Apakah
Komunis Anti Tuhan? Itu lah tema yang diangkat dalam dialog Lentera
Budaya di Cakra Semarang TV secara live, pada Senin (22/9/2014) di
studio Cakra Semarang TV. Hadir Ibu Wibisono, mantan aktivis Gerwani,
Hamidulloh Ibda, Direktur Forum Muda Cendekia Jawa Tengah, Suprayitno, Ketua
LP3N Semarang, Ahmad Fauzi, Penulis Buku Agama Skizofrenia, Mushonnifin,
Aktivis PMII Semarang sebagai pembicara.
Lentera Budaya yang dimoderatori
Ahmad Muqsit ini merupakan agenda rutin Cakra Semarang TV tiap hari Senin sore
jam 5-6. Menurut Ibu Wibisono, aktivitas Partai Komunis Indonesia pada
saat itu sangat manusiawi dan tidak seperti yang diceritakan dalam sejarah.
“Saya dulu aktif di Gerwani dan di Ikatan Sarjana Indonesia. Kegiatan kami
adalah mengajar dan mendidik, bukan kejahatan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Hamidulloh
Ibda mengatakan PKI sebenarnya disalahpahami orang Indonesia. Selama ini,
katanya, komunis dikatakan sebagai anti-Tuhan, padahal, komunis di Indonesia
adalah faham pergerakan, ideologi politik dan bukan ideologi kepercayaan. “Di
dalam kamus bahasa Indoensia pun, komunis itu didefinisikan ideologi politik
dan pergerakan, bukan kepercayaan. Jadi, komunis sebenarnya bukan anti-Tuhan,
tapi antipenindasan, antikemiskinan,” jelas Ibda.
Menurut Suprayitno, sebenarnya
akar komunisme di Indonesia adalah dari Karl Marx, Stalin dan Lenin. “Saya
menantang partai-partai di Indonesia yang rata-rata ideologinya berbasis agama.
Apakah partai di Indonesia sehebat PKI? Tentu hebat PKI. Karena saat ini
partai-partai di Indonesia berjalan tanpa ideologi,” tukasnya.
Ahmad Fauzi juga meluruskan
sejarah, sebenarnya komunis atau PKI di Indonesia tak sekejam di buku-buku,
film dan dokumen-dokumen. “Itu semua adalah hasil menipulasi dari campur tangan
Amerika dan Inggris. Dulu, mereka campur tangan dengan memanipulasi berita
terutama di media cetak.
Senada dengan itu, Mushonnifin
juga berahap pemerintah menghapus semua dokumen palsu yang saat ini sudah
menjadi makanan dalam pendidikan. “Kita berharap agar pemerintah menghapus dan
meluruskan sejarah. Karena komunis sebenarnya bukan lah anti Tuhan,” tegasnya.
Ibda juga menambahkan, Dipa
Nusantara Aidit (D.N Aidit) adalah orang yang taat beragama. Ia menikah
dengan perempuan Islam dan cara Islam. “Meskipun ia adalah Ketua PKI pada saat
itu, tapi jelas ia bertuhan, beragama. Apakah kita masih menganggap PKI dan
komunis itu anti Tuhan?” tanya Ibda. Menurut Direktur Formaci Jateng
itu, tujuan utama PKI adalah memerangi kemiskinan, pengangguran dan penindasan.
“Hal itu sama dengan tujuan agama. Jadi, tak logis jika kita menganggap komunis
itu anti Tuhan,” jelas Dia.
Reporter dan Editor: Nailul M.
Foto: AF

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan