Hukum Menyogok dan Suap CPNS Menurut Islam

0
Hukum Menyogok dan Suap CPNS Menurut Islam

SEMARANG, Islamcendekia.com – Musim tes calon pegawai negeri sipil
(CPNS) sedang berlangsung. Sudah menjadi rahasia umum, jika seleksi CPNS sering
diwarnai praktik suap, menyogok, lewat pintu belakang dan sebagainya. Padahal
mereka beragama Islam. Lalu, apa hukum menyogok dan suap CPNS menurut Islam?

Berikut beberapa
pendapat yang menjelaskan hukum menyogok CPNS dan suap menurut Islam.


Pertama, di dalam Alquran sudah jelas bahwa hukum
memakan harta baik dalam jumlah sedikit maupun banyak dari saudara kita dengan
cara salah adalah haram.

Hal itu secara tegas dilarang dalam Alquran surat
Al-Baqarah ayat 188 yang artinya: “Dan
janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu
dengan jalan yang bathil.” (QS. Al Baqoroh :188).
Kedua, di dalam suatu
hadist, Rasulullah Saw juga menyatakan bahwa orang yang menyogok dan yang
disogok dilaknat Allah.  Allah
melaknat penyogok dan yang menerima sogok (H.R. Ahmad, Turmidzi, Ibnu
Hibban dan Hakim.Turmidzi mengatakan, Hadits hasan).
Secara tegas, Alquran
dan hadist melarang sogok dan hukumnya haram. Apakah Anda masih berani
melakukan sogok, suap dan membayar oknum untuk meloloskan CPNS?
Direktur Forum Muda Cendekia (Formaci) Jawa Tengah
Hamidulloh Ibda, menjelaskan secara hukum, di Indonesia penegasan pelaku
sogok-menyogok masih lemah. Bahkan, mereka yang seharusnya menjadi contoh
justru ikut menjadi oknum pelaku yang meloloskan peserta CPNS. “Ibarat kaki,
penegakan hukum di Indonesia pincang. Bagaimana mau memberantas praktik suap,
wong penegak hukumnya bisa disuap,” ujar Ibda.
Biasanya, lanjut Ibda, untuk meloloskan 1 peserta tes
dipatok harga antara 75 sampai 150 juta. “Paling banyak terjadi biasanya
di desa-desa. Banyak orang yang dengan mudah percaya terhadap oknum
tersebut,” ujar mahasiswa Pascasarjana Unnes itu.
Abdillah Munir, pemerhati hukum Islam dan lulusan
Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang menyatakan praktik menyuap ketika
seleksi CPNS karena belum ada sistem rapi dan jujur. “Selama ini kan seleksi
CPNS seperti jual-beli. Apalagi, mereka sama-sama membutuhkan, maka sudah
menjadi kewajaran,” ujarnya pada Islamcendekia.com, Jumat (17/10/2014). Di
Alquran kan sudah jelas, lanjutnya, tapi masih banyak orang Islam melakukan
sogok. “Itu bukti mereka sudah melawan Tuhan dan tidak takut neraka,”
paparnya. 
Hukum menyogok dan
suap CPNS menurut Islam
sudah
jelas haram dan dilarang. “Bagi siapa saja yang masih menyogok dalam seleksi
CPNS, biarkan saja, Tuhan kan maha adil dan tidak pernah tidur,” pungkas Dia. 

Reporter dan Editor: Achmad Hasyim. Foto: Kopel
Baca juga: Doa Islami Lulus Cepat Tes CPNS

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan