IAIN Walisongo Jadi UIN Walisongo Semarang

0
IAIN Walisongo Jadi UIN Walisongo Semarang

SEMARANG, Islamcendekia.com – Kabar Institut Agama Islam
Negeri (IAIN) Walisongo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo
Semarang sudah ramai di media massa. Perubahan IAIN Walisongo Jadi UIN
Walisongo Semarang
merupakan cita-cita sivitas akademika IAIN Walisongo
sejak lama.

Perubahan tersebut tidak hanya di IAIN Walisongo Semarang,
namun juga di IAIN IAIN Raden Fatah Palembang dan IAIN Medan. Perubahan
tersebut berdasarkan surat keputusan (SK) yang ditandatangani Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono.

Perubahan IAIN menjadi UIN merupakan tindak lanjut dari
usulan Menteri Agama melalui surat Nomor MA/88/2014. Berdasarkan Peraturan
Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan
Pengelolaan Perguruan Tinggi, perubahan status IAIN menjadi UIN harus dilakukan
melalui Peraturan Presiden. Hal itu sudah terlaksana di 3 IAIN, termasuk IAIN
Walisongo Semarang yang kini resmi menjadi UIN Walisongo dan tinggal launching.

Menurut staf ahli kepresidenan, presiden SBY sudah menandatangani
SK 3 IAIN menjadi UIN kepada Rektor IAIN Raden Fatah, Aflatun M pada Selasa
(14/10/2014) malam. Menurut Alfatun, Presiden SBY telah  menandatangani SK penetapan IAIN menjadi UIN.

Senada dengan hal itu, M Rikza Chamami, dosen FTIK IAIN
Walisongo Semarang lewat pernyataan di medsos juga demikian. “Akhirnya
cita-cita jadi UIN tercapai. Besok malam doa bersama Kiai dan Habaib
menyongsong UIN Walisongo dan disiapkan Launching yang keren,” tulisnya di
jejaring sosial.

Kabar perubahan IAIN Walisongo Jadi UIN Walisongo
Semarang
disambut bahagia mahasiswa. “Saya bangga dan senang mendengar
kabar IAIN menjadi UIN Walisongo, semoga menjadi awal lebih baik dalam mencetak
kader umat dan bangsa,” tutur Umar Latif, mahasiswa Fakdakom IAIN Walisongo
Semarang.

Senada dengan itu, Muh Nurrohman mahasiswa IAIN Walisongo asal Pemalang mengatakan perubahan itu tidak hanya ganti nama, namun harus diimbangi dengan perbaikan kualitas dan kurikulum. “Kalau berubah namanya saja ya apa bedanya,” ujarnya pada Islamcendekia.com (16/10/2014). Rohman berharap kepada Rektor untuk memperbaiki semua kekurangan kampus di IAIN Walisongo, termasuk sarana dan fasilitas perkualiahan. (IC/NM)

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan