Pacaran dengan Orang Eksak Memerlukan Kesabaran

0
Pacaran dengan Orang Eksak Memerlukan Kesabaran

SEMARANG, Islamcendekia.com – Bagi pasangan suami-istri yang
sudah menikah, menyatukan dua hati yang berbeda sangat sulit. Tidak semudah membalik
telapak tangan.  Apalagi, mereka dari
suku, ras, budaya, kebiasaan dan agama berbeda.

Menurut Dr Ida Zulaeha MHum, pakar bahasa Indonesia
Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, bagi orang bahasa ketika pacaran dengan
orang eksak memerlukan kesabaran.

Mengapa? Orang yang tidak berlatar
belakang bahasa atau linguistik, cara berpikirnya biasanya kaku, tidak mengerti
luasnya budaya dan memahami bahasa secara tekstual saja. “Orang yang berbeda budaya,
bahasa, kebiasaan, harus kita pahami sesuai karakter mereka,” tutur Ida.

Bagi pasangan muda, tentu membutuhkan tips agar tidak
bertengkar dalam suatu hubungan. Inilah beberapa tips berhubungan yang baik menurut
Dr Ida Zulaeha.

Pertama, Jangan paksa dia memahami kita, kata Ida, perlakukan
dia sebagaimana dia. “Jangan bilang kok gak peka to? Kok gak mudeng to? Kepada pasangan
kita,” jelas Ida yang juga dosen Pascasarjana Unnes, Kamis (23/10/2014).

Jika ada laki-laki mau belajar bahasa, tutur Ida, itu adalah
laki-laki sangat luar biasa. “Bersyukurlah bagi Anda yang memiliki pasangan
orang bahasa, karena mereka luas cara berpikirnya dan tidak kaku.

Kedua, perlu kesabaran tinggi. “Anda harus sabar ketika
memiliki pasangan orang eksak, biasanya mereka cara berpikirnya linier dan
kaku,” tandas Ida.

Ketiga, kalau aku sedang marah, jangan ikut-ikutan marah. “Kalau
tidak bisa, tulis saja. Gunakan cara yang baik dan bijak. Jangan sampai
sama-sama kenceng ketika marah,” jelasnya.

Keempat, hidari kalimat kamu kok banyak ngomong to. Gunakan
pula kalimat santunnseperti “Aku itu mau Anda mengerti Saya.” Ketika sudah
mengerti, pasti enak sekali.

Selain dari segi kesabaran laki-laki, perempuan juga harus
berbenah. “Kalau ada perempuan kok kasar, itu laki-laki, karena hakikatnya
perempuan itu halus dan mengaluskan,” jelasnya.

Senada dengan itu, Hamidulloh Ibda yang juga penulis buku Stop
Pacaran Ayo Nikah menuturkan komunikasi dan berbahasa dengan pasangan
menentukan baik, buruk dan langgengnya suatu hubungan. “Resep rumah tangga yang
baik itu kan menjaga komunikasi dengan baik. Jika tidak berlatar belakang orang
bahasa atau komunikasi pasti cekcok terus,” ujarnya.

Jangankan orang yang non-bahasa, kata Ibda, orang bahasa
saja masih banyak yang bertengkar apalagi orang eksak seperti IPA, Matematik
dan sebagainya. Intinya, lanjut Ibda, berhubungan itu tidak ada teori pasti.
Namun, masing-masing pasangan harus memahami karakter, latar belakang,
kecenderungan dan hak serta kewajibannya.

Kalau pacaran dengan orang eksak butuh kesabaran, lantas bagaimana tips dan cara mencari istri salehah menurut Islam? Simak ulasannya di bawah ini:

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan