Dialog Merah Putih Cakra Semarang TV Angkat Tema Guru dan Kualitas Pendidikan

0
Semarang, Islamcendekia.com – Dialog Merah Putih Cakra Semarang TV Angkat
Tema Guru dan Kualitas Pendidikan
yang digelar Minggu (30/11/2014) live di
studio Cakra Semarang TV. Agenda ini merupakan agenda rutin tiap Minggu malam
mulai pukul 20.30-21.30 WIB. Ahwani selaku moderator mengatakan kualitas pendidikan
Indonesia saat ini masih jauh dari harapan, apalagi berbagai macam problem
belum tertuntaskan termasuk kesejahteraan guru dan polemik kurikulum 2013
(K13).
Dalam kesempatan tersebut, hadir
sebagai pembicara Wendi (CEO Edunesia), Hamidulloh Ibda
(Penggagas Smarta School) dan Dian Marta Wijayanti (Guru SDN Sampangan 1 Kota
Semarang). Menurut Wendi, pemerintah harus dikritik mengenai sengkarut
implementasi K13. “Lewat forum ini saya ingin mengritik pemerintah untuk
memperbaiki sengkarut kurikulum 2013,” ujar guru Matematika tersebut.
Senada dengan
hal itu, Hamidulloh Ibda mengatakan sebenarnya kualitas pendidikan sangat
ditentukan kualitas guru. “Dalam teori apa pun, guru menjadi pionir utama
memajukan pendidikan. Selain guru, mutu SDM juga sangat menopang majunya
pendidikan kita,” ungkap mahasiswa Pascasarjana Unnes itu.
Jadi,
katanya, apa pun kurikulumnya, siapa pun menteri, dan sehebat apa pun sistem
pendidikannya, jika guru tidak hebat dan revolusioner tentu belum bisa
memajukan pendidikan. “Maka intinya ada pada guru, meskipun K13 juga belum
tuntas karena masih dalam proses evaluasi,” ujar Dia.
Dian Marta
Wijayanti yang juga pemerhati pendidikan memberikan beberapa solusi atas
problematika pendidikan saat ini. Ia berharap, guru-guru di Indonesia memiliki
jiwa revolusioner. “Jika guru profesional, itu kan sudah sesuai konstitusi
yaitu UUGD 2005. Namun saya berharap semua guru menjadi sosok revolusioner yang
mampu menjawab tantangan zaman,” ujar penulis buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD
Revolusioner tersebut.
Selain dialog
dengan pemateri, agenda Dialog Merah Putih yang diselenggarakan Cakra Semarang
TV ini juga mengundang pemirsa di rumah untuk urun rembuk dalam dialog. “Acara
Dialog Merah Putih ini terbuka untuk umum, bagi masyarakat yang ingin dialog
interaktif juga dibuka kesempatan untuk telepon ikut usul atau memberikan
pendapat maupun pertanyaan,” tutur Ahwani selaku moderator acara. (IC/Foto:
AW).

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan