Tuak Legen, Halal atau Haram menurut Al Quran dan Hadits

  • Whatsapp

Tuak dan legen halal atau haram menurut hukum Islam, baik Al Quran atau hadits? Sebab, bulan puasa Ramadhan ini banyak dijual di pinggiran jalan.

Legen dan tuak adalah minuman tradisional warisan leluhur yang biasanya diambil dari pohon lontar atau siwalan. Rasanya manis, terkadang asam-kecut dan muncul letupan bila dibuka dari botol.

Namun, saya mulai berpikir ketika akan minum tuak karena kandungan alkoholnya. Saya takut itu haram dan dilarang dalam ajaran agama Islam. Redaksi islamcendekia.com mohon untuk memberikan jawaban dan pencerahan. — Edi Muhammad, Bandung.

tuak legen halal atau haram

Jawab
Legen dan tuak adalah dua minuman sejenis, tapi berbeda karena proses waktu. Daerah penghasil minuman ini adalah Kabupaten Pati, Rembang, Tuban, Lamongan, Purworejo, Kebumen dan Wonosobo, Jawa Tengah.

Legen rasanya manis, segar karena belum mengalami proses fermentasi sehingga tidak ada kadar alkohol di dalamnya. Minuman tradisional ini sangat populer, bahkan mengandung nutrisi yang sehat bagi tubuh.

Jadi, meminum legen hukumnya adalah halal, karena tidak mengandung alkohol. Minuman alami dari pohon siwalan ini justru menyehatkan, mencegah dehidrasi dan konon bisa untuk mengobati beberapa penyakit.

Tuak adalah minuman hasil fermentasi nira, beras atau buah yang mengandung gula. Dalam konteks dari pohon siwalan, tuak merupakan metamorfosis dari legen karena proses fermentasi akhirnya mengandung alkohol.

Tuak bersifat memabukkan. Dalam kajian studi hukum Islam, minuman yang bersifat memabukkan masuk dalam kategori khamr.

Bila sudah masuk kategori khamr, maka hukumnya adalah haram. Hal itu sudah dijelaskan dalam Alquran maupun hadits.

Anda bisa membuka Al-Qur’an Surat Al Maidah ayat 91 yang berisi tentang khamar dan judi adalah upaya setan untuk merusak manusia, menghalangi manusia untuk mengingat Allah. Maka Allah dalam surat tersebut meminta kepada manusia untuk berhenti minum khamar.

Ada pula Alquran surat Al Maidah ayat 90 yang intinya berisi imbauan kepada orang beriman bahwa khamr, judi, berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan.

Maka, Allah meminta kepada orang-orang beriman untuk menghindarinya supaya mendapat keberuntungan.

Dalam hadits riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa semua yang memabukkan adalah khamar, dan semua khamr adalah haram.

Begitu juga dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda bahwa minuman yang berjumlah banyak memabukkan, maka sedikit pun juga diharamkan.

Ibnu Majah juga meriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah mengatakan, orang yang suka minum khamr tidak bisa masuk surga.

Khamr adalah semua minuman yang memabukkan, termasuk tuak. Dengan studi terhadap Alquran dan hadits tersebut, islamcendekia.com memberikan (semacam) fatwa bahwa tuak adalah haram.

Dalam beberapa kasus, orang mabuk tidak jarang terlibat tindak pidana kejahatan hingga kecelakaan. Banyak mobil-mobil mewah yang dibeli dengan harga mahal terlibat kecelakaan dan meninggal dunia, ternyata penyebabnya pengemudinya mabuk.

Mabuk adalah perbuatan yang secara tegas dilarang dalam Islam, karena kesadaran manusia menjadi hilang.

Alquran sendiri dalam Surat Al Baqarah ayat 219 menyatakan, khamar memiliki beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosanya lebih besar dari manfaatnya. Artinya, Allah melarang manusia untuk meminum khamr, karena banyak mudharatnya.

Kesimpulan
Legen adalah halal, sedangkan tuak adalah haram. Hal itu didasarkan pada tuak yang mengandung alkohol, bersifat memabukkan sehingga masuk dalam kategori khamr. Sementara khamar jelas-jelas dilarang Al-Quran maupun hadits.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Mas , to long dikaji ulang ya , tuak itu tidak memabukkan jika sesuai porsi , inilah kenapa banyak orang awam yang merasa anti terhadap tuak , padahal tuak adalah obat alami turun temurun khas batak utk mengobati penyakit dalam , kalaupun ada studinya tolong bagi ke saya trima

    1. apabila anda non muslim, anda salah dalam bertanya disini, karena ini menyangkut keimanan seseorang terhadap kitab dan ajaran rasulnya. Apabila anda muslim, kenapa anda bertanya kajian studinya, bahwa sudah jelas yang masuk kategori khamr yakni yang memabukkan atau memiliki kadar alkohol, dan sudah dijelaskan di atas bahwa minuman yang beralkohol itu melalui proses fermentasi, bila tuak yang anda maksud adalah tuak manis yang belum di fermentasi berarti sama halnya dengan legen di atas, namun bila tuak yang anda maksud sudah dari hasil fermentasi berarti anda sudah tahu masuk ke dalam kategori apa. Jadi jangan jadikan alasan pengobatan untuk bisa mencicipi sesuatu yang diharamkan

  2. Remurx, walaupun tidak memabukkan tetapi jika ada alkohol itu tetap Haram, Kan bisa jadi Obat, Rasul pernah berpesan “Khamr bukan obat, melainkan penyakit”. (Segala sesuatu yang memabukkan adalah khamr)