Karma menurut Islam-Alquran, Hindu-Buddha dan Roy Kiyoshi

1

Karma menurut Islam dan Alquran jelas ada dan sangat nyata. Karena itu, hukum percaya karma dalam Islam itu wajib, karena sudah disebutkan dalam kitab suci.

Hanya saja, kita harus menyamakan persepsi arti dan makna karma itu apa? Sebab memang ada sedikit perbedaan dengan karma dalam konteks Hindu dan Buddha.

Ada atau tidak? Sebagai umat beragama yang memiliki keyakinan, tentu ada. Meski Anda tidak percaya, hidup Anda, sadar atau tidak, pasti dipengaruhi karma.

Tergantung apakah itu karma baik atau buruk. Jika baik, hidup Anda akan mulia dan sebaliknya, bila karma buruk, hidup akan sengsara dan kerap mendapatkan halangan, gangguan, rintangan hidup.

Istilah karma sendiri populer setelah adanya tayangan di ANTV yang dipandu Roy Kiyoshi. Adapun persoalan makhluk halus, gangguan gaib yang biasa ditayangkan, menjadi bagian dari karma itu sendiri.

Karma menurut Islam, Hindu-Buddha dan Roy Kiyoshi
Dalam pandangan Hindu dan Buddha, karma adalah buah dari perbuatan, tindakan, sikap dan perilaku seseorang di masa lalu yang berkaitan serta berakibat pada nasib seseorang saat ini.

Dalam pandangan ini, tentu saja karma terkait dengan reinkarnasi atau kelahiran kembali. Seseorang yang dulunya hidup penuh dengan dosa, maka kelahirannya kembali akan sengsara.

Sebaliknya, seseorang yang di masa lalu memiliki banyak dharma, kebaikan dan kebajikan, hidupnya akan mulia saat lahir kembali dalam wadah manusia lainnya.

Reinkarnasi akan berakhir jika ruh seseorang mencapai kesadaran tingkat tertinggi hingga menemukan Tuhannya. Dalam konsep Islam sufi-makrifat, ini disebut dengan manunggaling kawula lan gusti.

Roy Kiyoshi
Dalam pandangan Roy Kiyoshi dalam tayangan ANTV, karma menyangkut hubungan sebab-akibat perbuatan seseorang di masa lalu dan masa kini, termasuk apa yang dilakukan leluhur.

Jadi, apa yang dilakukan ayah, nenek, buyut atau leluhur lainnya, juga berpengaruh dengan nasib anak-cucunya.

Jika karma itu buruk, maka kerap disebut kutukan. Contohnya adalah mengambil pesugihan dan ingin kaya yang berpengaruh anaknya sebagai tumbal, atau cucunya hingga keturunan selanjutnya menjadi korban.

Seseorang yang mengadakan perjanjian dengan jin, makhluk halus atau bangsa gaib dengan tujuan kaya, cantik, tampan, mapan dan sebagainya, biasanya mengorbankan anak, bahkan cucu dan generasi setelahnya menjadi tumbal.

Maka seseorang yang sekarang hidup sengsara, diminta untuk mencari sebab musabab, apakah perbuatannya dulu ada yang salah atau perilaku leluhur yang terjerat dalam kesesatan seperti perjanjian dengan jin, kemudian bagaimana solusi menghadapinya.

Orang yang sekarang hidup sengsara karena disantet, kena teluh dan guna-guna, juga harus ditelusuri, apakah leluhur kita dulunya hobi menyalahi seseorang dengan santet atau tidak. Tujuannya, kita bisa mencari solusi agar karma, balasan atau kutukan itu berhenti dan tidak berlanjut ke anak-cucu selanjutnya.

Dalam Islam dan Alquran
Ada banyak ayat yang menjelaskan, setiap perbuatan pasti ada balasannya, baik itu perbuatan baik maupun buruk. Ini yang disebut karma menurut Islam.

Hanya saja, Islam secara eksplisit tidak menjelaskan reinkarnasi sehingga konsepnya: dharma atau kebaikan balasannya surga, sedangkan angkara atau keburukan balasannya neraka.

Menurut islamcendekia.com, balasan surga bisa didapatkan di akhirat maupun dunia dengan hidup penuh kemuliaan dan keberkahan. Balasan neraka bisa di alam akhirat (setelah kematian) maupaun di dunia dengan hidup sengsara dan penuh dengan laknat dari Allah.

Dalam Al-Qur’an Al Zalzalah ayat 7 dan 8 menjelaskan:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ , وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya:
“Siapa saja yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihatnya (balasan). Dan barang siapa melakukan kejahatan sekecil apapun, niscaya dia akan melihatnya (balasan) juga.”

Sekecil apapun Anda melakukan kebaikan, meski itu sebesar biji zarah, maka Anda akan melihat balasannya. Dan sebaliknya, sekecil apapun Anda berbuat keburukan, walau sebesar biji zarah, Anda pasti mendapatkan balasannya.

Apakah balasannya itu langsung di dunia atau di akhirat, hanya Allah yang menentukan. Ini yang disebut karma dalam Islam, yaitu balasan atas setiap perbuatan seseorang. (*)

1 Komentar
  1. I Nyoman berkata

    Numpang Comment gan, biar informasinya valid, Karma yang dimaksud diatas dalam Hindu disebut Karmaphala, Karma = Perbuatan dan Phala = Hasil, Karmaphala dibagi menjadi 3; 1. Sancita Karmaphala = Hasil perbuatan di kehidupan sebelumnya yang hasilnya dinikmati hari ini, 2. Pararabdha Karmaphala = Hasil Perbuatan kehidupan sekarang dan Hasilnya juga dinikmati sekarang, dan yang Ke 3. Kriyamana Karmaphala = Adalah Hasil dari Perbuatannya kehidupan sekarang yang dinikmati pada kehidupan selanjutnya.

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan