Weton Kanjeng Nabi Muhammad SAW Terungkap, Ini Kelahirannya!

0

Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 rabiul awwal tahun gajah. Namun, tahukah kamu weton Kanjeng Nabi Muhammad menurut hitungan Jawa, mengingat kelahiran beliau masih sulit terungkap dalam hitungan Jawa.

Kalender Jawa mengenal dengan istilah weton atau neptu yang merupakan jumlah dari hari dan pasaran. Misalnya Jumat Kliwon, Sabtu Pahing, dll.

Entah siapa yang menciptakan. Namun temuan weton ternyata sudah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan masa lampau di Pulau Jawa.

Weton juga diyakini mempengaruhi watak, karakter atau sifat seseorang. Bahkan, disebut-sebut bisa mempengaruhi nasib dan masa depan seseorang.

Terlepas dari pro-kontra, redaksi islamcendekia.com hanya ingin mengulas bagaimana kelahiran Rasulullah Muhammad SAW jika menggunakan penanggalan kalender Jawa, bukan Masehi apalagi Hijriah.

Karena tanggalan hijriah sendiri baru ada setelah nabi hijrah dari Mekah ke Madinah, sehingga saat nabi lahir, ketentuan kalender hijriah belum ada.

Itu sebabnya, momen kelahiran nabi Muhammad hanya ditandai dengan tahun gajah. Artinya, momen di saat tentara gajah Gubernur Yaman, Abrahah menyerang Ka’bah.

Senin Legi
Dari informasi yang dihimpun, kemungkinan weton kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah Senin Legi.

Kemungkinan lagi Senin menjelang matahari terbit. Artinya fajar masih menyingsing, dan matahari hendak terbit dari ufuk timur.

Beliau sendiri bersabda: “Hari tersebut (Senin) adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus, atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim Nomor 1162).

Ada banyak pendapat mengenai kapan kelahiran nabi Muhammad SAW secara pasti dalam hitungan masehi. Salah satu pendapat menyatakan, beliau lahir pada tanggal 12 rabi’ul awal tahun gajah bertepatan tanggal 7 April 570 Masehi.

Tanggal tersebut jika dicocokkan dengan kalender Jawa, maka weton Kanjeng Nabi Muhammad adalah Senin Legi.

Sementara jika dihitung dengan kalender hijriah, maka beliau lahir pada 53 tahun sebelum hijriah.

Sebagai catatan, pendapat di atas belum tentu benar karena banyak pendapat dari ahli maupun ulama. Hanya saja, jika beliau lahir pada tanggal 12 rabi’ul awal tahun 571, maka neptu beliau adalah Senin Legi.

Senin Legi memiliki hitungan jumlah neptu sebanyak 9. Senin 5 dan Legi 4, sehingga kalau dijumlah menjadi 9.

Sekali lagi, artikel ini dibuat sekadar untuk catatan atau pengetahuan belaka. Bukan sebagai fakta satu-satunya yang benar, dan tidak ada maksud yang lain. Semoga bermanfaat. (*)

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan