Detik-detik Prabu Siliwangi Masuk Islam, Ini Sejarah dan Faktanya!

0

Apa Prabu Siliwangi Islam? Jawabnya benar! Bagaimana sejarah islamnya Raja Pajajaran tersebut yang sebenarnya, mengingat waktu itu sebagian besar masyarakat masih memeluk agama Hindu?

Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja, penguasa Kerajaan Pajajaran dalam berbagai sejarah yang dimuat dalam literatur memang seorang penganut agama Hindu yang taat. Silsilah leluhurnya juga beragama Hindu mengingat waktu itu agama yang populer di Nusantara adalah Siwa-Buddha (Hindu-Buddha).

Namun, redaksi islamcendekia.com akan menyajikan satu perspektif sejarah Prabu Siliwangi dari tutur, catatan atau literatur alternatif, termasuk mediumisasi yang dilakukan tim Dua Dunia Trans7 saat membedah sejarah tentang makam Syekh Quro.

Syekh Quro dan Nyai Subang Larang
Dalam mediumisasi yang menghadirkan praktisi supranatural Ustadz Hakim Bawazier, makhluk halus yang merasuki raga mediator adalah seorang santri atau murid Syekh Quro yang bernama Siti Khaifah.

Menurut dia, Syekh Quro adalah ulama yang menghafal Alquran atau hafidz. Beliau juga dikenal sebagai ulama yang ramah, penyebar agama Islam di Tanah Sunda yang baik.

Namun, syiar agama Islam yang dilakukan Syekh Quro ditentang oleh penguasa Pakuan Pajajaran waktu itu, yaitu Prabu Anggalarang, ayah Raden Pamanah Rasa. Utusan sudah diperintahkan untuk mengusir Syekh Quro, tapi menemui kegagalan.

Bahkan, seorang tokoh yang disegani, Ki Gedeng Tapa justru menitipkan putrinya untuk dididik oleh Syekh Quro agar menjadi wanita yang salehah. Putri Ki Gedeng Tapa lantas dibawa ke Negeri Champa di mana Syekh Quro dibesarkan di sana.

Putri Ki Gedeng Tapa bernama Dewi Subang Larang. Saat tiba di Pakuan Pajajaran, mereka lantas mendirikan tempat ibadah di Karawang dan kembali memperjuangkan syiar agama Islam.

Lagi-lagi Prabu Anggalarang menentangnya karena ulama tersebut berhasil mempengaruhi rakyat Pakuan Pajajaran yang beragama Hindu untuk masuk Islam. Lantas diutuslah putra sang prabu sendiri yang bernama Raden Pamanah Rasa.

Detik-detik Prabu Siliwangi masuk Islam
Raden Pamanah Rasa inilah yang kelak bergelar Prabu Siliwangi. Dia diminta ayahnya, Prabu Anggalarang untuk menghancurkan Syekh Quro, pengikut dan ajarannya.

Namun tanpa diduga, Pangeran Pamanah Rasa terpikat dengan suara lantunan ayat suci Alquran yang dibacakan Dewi Subang Larang. Dadanya bergetar mengagumi keindahan ayat suci Alquran.

Lantunan itu berbunyi, “la ilaha illallah” yang berarti tidak ada Tuhan kecuali Allah. Sang pangeran pun mengurungkan niatnya mengusir Syekh Quro dan justru ingin menemui seorang wanita yang melantukan ayat suci Alquran tersebut.

Prabu Pamanah Rasa kemudian berniat meminang wanita yang diketahui santri Syekh Quro bernama Dewi Subang Larang itu. Putri Ki Gedeng Tapa itu mau diajak menikah Raden Pamanah Rasa dengan dua syarat, yaitu mahar lintang kerti jejer seratus dan kelak anak-anaknya yang lahir dijadikan raja.

Baca juga: Lintang Kerti Jejer Seratus, Pusaka Ampuh Prabu Siliwangi

Syarat itu diterima Prabu Pamanah Rasa! Mereka akhirnya menikah dan diberikan keturunan yang namanya tersohor di seluruh penjuru dunia, yaitu Raden Walangsungsang, Nyi Rara Santang dan Raja sangara yang dikenal dengan Kian Santang!

Setelah naik tahta menjadi raja, Raden Pamanah Rasa dikenal dengan gelaran Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja. Ketiga anaknya itu semuanya memeluk agama Islam seperti ibundanya, Nyai Subang Larang.

Sejarah ini merupakan fakta dari sudut pandang cerita tutur dan umat Islam. Terlebih, kisah dan cerita Islamnya Prabu Siliwangi ini juga dikupas oleh tim Dua Dunia Trans7 saat menjelajah menguak misteri di makam Syekh Quro. (*)

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan