Kisah Nabi Musa dan Orang Kafir Tua yang Kelaparan

0

Nabi Musa adalah rasulullah yang diutus untuk menghadapi kaum Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan.

Beliau adalah nabi orang Israel yang diberikan mandat oleh Allah untuk menyampaikan kitab suci Taurat kepada umatnya.

Dalam suatu kisah, Nabi Musa pernah tidak memberikan makan kepada orang kafir tua yang memintanya makan, karena tidak mau diajak untuk mengikuti agama Nabi Musa.

Kisah Nabi Musa dan orang kafir tua yang kelaparan itu diceritakan Haidar Bagir melalui cuitan di twitter dan mendapatkan respons dari ribuan netizen, di tengah krisis toleransi yang menerpa bangsa dalam beberapa waktu terakhir.

“Orang tua kafir kelaparan, minta makan kepada nabi Musa. Musa memintanya ikut agamanya, si tua kafir tidak mau.”

“Musa pun tidak memberinya makan. Allah menegur Musa alaihissalam: ‘Selama 70 tahun dia kafir dan tetap Kuberi rizki. Sekali saja dia minta padamu tak kau beri.”

“Siapa kita, mau lebih tegas dari Dia SWT?” cuit Haidar Bagir yang mendapatkan like dan re-tweet lebih dari 10.000 orang.

Redaksi islamcendekia.com merasa perlu untuk mengulas cuitan Haidar Bagir tentang Nabi Musa tersebut, karena cuitan singkat itu mampu menggugah siapa saja agar tidak mudah memberikan label kafir kepada orang lain.

Seperti kita tahu, kondisi kebangsaan saat ini diterpa isu toleransi yang kurang sedap. Banyak orang menjadi mudah menyalahkan, bahkan mengkafirkan.

Melalui cuitan tersebut, Haidar Bagir hendak menggugah kepada publik bahwa Allah saja memberi rizki kepada orang kafir yang tua.

Kafir dalam hal ini tentu merujuk kepada orang yang tidak mengikuti agama yang dibawa Nabi Musa. Sekelas nabi saja diingatkan oleh Allah, karena tidak memberi makan kepada orang yang dianggapnya kafir, apalagi kita?

Siapa lah kita ini? Sudah berani mengkafirkan orang lain sesama makhluk Allah. Begitu kira-kira pesan yang hendak disampaikan Haidar Bagir.

Kisah Nabi Muhammad dan orang kafir
Salah satu netizen lantas memberikan tanggapan tentang kisah Nabi Muhammad SAW. Beliau dibenci, dimusuhi, bahkan sering dilempar kotoran oleh orang kafir.

Namun, apa yang dilakukan baginda Rasulullah SAW? Beliau justru menjenguknya saat orang kafir tersebut sakit.

Betapa mulia akhlak Nabi Muhammad, junjungan umat Islam itu. Umat Muslim sudah seharusnya meneladani akhlak beliau yang terpuji tersebut.

Kisah kedua nabi Allah tersebut sudah semestinya dijadikan teladan bagi kita semua, betapa agama yang dibawa para rasulullah begitu mulia jika benar-benar diamalkan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Semoga pembaca sekali mendapatkan limpahan rahmat dari Allah. Amin. Share jika tulisan ini menginspirasi dan bermanfaat untuk umat. (*)

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan