Mati Suri Menurut Islam, Ayat Alquran yang Menjelaskannya!

0

Mati suri menurut Islam secara eksplisit memang tidak dibahas, termasuk ayat Alquran yang menjelaskan tentang mati suri.

Hanya saja, ayat Alquran yang merupakan kitab suci universal bisa digali makna-maknanya untuk kemudian ditafsirkan oleh para mufasir.

Mati suri adalah kondisi manusia yang dikira sudah mati, tetapi sejatinya belum. Kondisi ini dalam dunia medis disebut dengan istilah near death experience (NDE).

Pengalaman dan kesaksian orang yang pernah mati suri sudah sangat banyak contohnya. Mareka menjadi tahu alam gaib selama mati suri.

Kisah yang dialami seseorang, sebut saja bernama Ahmad. Di saat kritis, dia dibawa dua orang yang membawa pakaian serba putih.

Dia terbang menuju sebuah pintu. Saat akan masuk, ada penjaga pintu yang menjelaskan bahwa sebetulnya dia belum saatnya masuk.

Keluarga dan orang-orang masih membutuhkannya. Sontak, kedua orang berbaju putih mengembalikan dirinya menuju jasad yang terbaring, tak lain adalah dirinya sendiri.

Itu hanya satu di antara banyak kisah mati suri. Kesaksian orang yang pernah mati suri tak terhitung jumlahnya, mengingat saking banyaknya orang yang mengalami hal serupa di dunia ini.

Orang mengira sudah mati, bahkan keluarga sudah menyiapkan upacara kematian. Namun ternyata hidup lagi. Tak jarang dari mereka yang hidup lagi, lantas bercerita tentang pengalamannya selama mengalami near death experience (NDE).

Mati suri menurut Islam
Ayat Alquran yang menjelaskan tentang mati suri mungkin bisa ditemui pada Surat Az-Zumar ayat 42, yang artinya sebagai berikut:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”

Sebagian orang berpendapat, kalimat “Dia (Allah) melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan” itulah yang disebut dengan mati suri.

Sebagian lagi menafsirkan ayat tersebut ketika orang bermimpi di tengah tidurnya, sehingga bermimpi bisa melayang-layang kemana-mana.

Dikutip islamcendekia.com dari DetikHealth, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta DR. Asep Usman Ismail mengatakan, mati suri bukanlah mati yang sesungguhnya karena dia hanya mendekati pintu kematian saat pintu tersebut terbuka.

Dalam hadits Qudsi dijelaskan, kematian adalah pintu penghubung antara dunia dan akhirat. Setiap orang yang mati melewati pintu tersebut, sedangkan kehidupan adalah kondisi di mana jasad atau tubuh dengan roh masih melekat.

“Dalam Alquran dijelaskan, mati suri berarti salah satu ujung tali roh terlepas, tapi dia masih hidup karena ujung lainnya masih terikat. Itu yang membuat dia bisa kembali hidup. Mirip dengan orang tidur,” jelas Asep.

Dalam konsep Islam, sebagaimana diketahui, roh ibarat tali yang punya dua ujung terikat pada tubuh. Jika salah satu ujung terlepas dari badan, memungkinkan bagi manusia untuk melayang-layang dengan apa yang disebut dengan mimpi atau mati suri. (*)

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan