Pesan dari Alam Gaib untuk Pilpres 2019, Hati-hati Buat Tim Sukses!

1

Pilpres 2019 sudah mulai ramai dan hiruk-pikuk, setelah pasangan calon presiden dan wakil presiden diumumkan: Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan nomor urut 1 dan Prabowo-Sandiaga Uno memperoleh nomor urut 2.

Judul ini mungkin terkesan tidak relevan, tidak masuk akal, takhayul, dan merusak nalar orang-orang modern masa kini.

Namun, artikel ini dibuat redaksi islamcendekia.com dengan tujuan yang baik, yakni stop kampanye hitam, stop menyebarkan fitnah atau keburukan, juga hoax!

Dalam suatu tayangan program Dua Dunia di Trans 7 di mana Ustadz Hakim Bawazier sebagai praktisi supranaturalnya, ada sesi mediumisasi di tempat keramat di Jawa Barat.

Pesan dari alam gaib
Makhluk halus sebangsa jin masuk ke dalam raga manusia dan menyampaikan Rangga Kencana (ulama, syekh waktu itu) kepada santrinya, kemudian pesan itu disampaikan kepada umat manusia.

Makhluk gaib itu melalui perantara tubuh manusia berkata bahwa Rangga Kencana pernah berpesan kepada santrinya:

“Diamlah kamu jika ucapanmu membawa keburukan, berkatalah kamu jika ucapanmu membawa doa.”

Kalimat ini tersarikan dalam ajaran Islam. Nabi Muhammad SAW yang dicatat dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, dia hendaknya berkata baik atau diam; hendaklah dia menghormati tetangganya: …”

Pilpres 2019
Saat ini kita menyaksikan banyak umpatan, olok-olok, cacian kepada salah satu calon presiden yang tidak disukai atau tidak didukung. Meski umpatan itu dibuat dan disebarkan melalui pesan di dunia maya (media sosial), tetapi hal tersebut membawa keburukan.

Bahkan sampai ada kubu yang disebut “cebong” maupun “kampret”. Tidak hanya mencari celah kesalahan lawan politik, bahkan sebuah kebaikan saja bisa dibelokkan menjadi keburukan melalui framing tertentu.

Jelas, kondisi ini tidak baik karena berdampak buruk bagi keberlangsungan bangsa Indonesia. Sentimen antarpendukung bermunculan, bahkan bisa saja masyarakat menjadi terkotak-kotak menjadi apa yang disebut cebong atau kampret.

Pesan dari alam gaib yang semasa itu disampaikan Rangga Kencana kepada santrinya bahwa lebih baik diam jika ucapan itu membawa keburukan dan berbicara jika ucapan itu membawa doa atau kebaikan, maka terapkanlah pesan mulia dari leluhur atau orang terdahulu ini dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat-saat Pilpres seperti ini.

Lagipula, pesan itu juga sesuai dengan ajaran agama Islam yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW. Alangkah baiknya jika kampanye dari para tim sukses berlomba-lomba membuat pencitraan dari keberhasilan atau kebaikan masing-masing calon presiden, tanpa mempublikasikan atau membicarakan keburukan calon presiden lain.

Hati-hati buat tim sukses! Jika kalian merasa mengikuti sunnah Rasulullah Muhammad SAW, sebaiknya teladani beliau dengan berkata yang baik, atau sebaiknya diam jika ucapan itu membawa keburukan. Sebarkan artikel ini dan semoga bermanfaat. (*)

1 Komentar
  1. heru subroto berkata

    Bagi saya artikel-artikel ini sssuuuaangaaaatttt bermanfaat ..

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan