Pusaka Lintang Kerti Jejer Seratus Prabu Siliwangi

0

Lintang Kerti Jejer Seratus adalah pusaka yang diminta Dewi Subang Larang sebagai syarat jika Pangeran Pamanah Rasa atau Prabu Siliwangi hendak menikahinya. Ini sejarah yang terjadi pada zaman Kerajaan Sunda Galuh atau Pakuan Pajajaran Pasundan sekitar abad ke-15.

Lintang Kerti Jejer Seratus bukanlah pusaka berupa keris, kujang, tombak atau senjata lainnya pada zaman kerajaan. Pusaka itu merupakan pasemon, perumpaan dari tasbih yang berisi seratus biji.

Artinya adalah sebuah perhiasan yang harus dipahami oleh hati, jiwa dan pikirannya. Jika hal itu dapat dia wujudkan melalui hati dan jiwanya, maka Nyai Subang Larang akan menerima lamaran Prabu Siliwangi yang saat itu masih seorang pangeran Pemanah Rasa.

Nyai Subang Larang adalah anak Ki Gedeng Tapa yang waktu itu dititipkan kepada seorang ulama penyebar agama Islam di Tanah Sunda bernama Syekh Quro. Dewi Subang Larang menjadi santrinya beliau yang datang dari negeri Champa.

Arti dan makna sesungguhnya Lintang Kerti Jejer Seratus adalah tasbih di mana Prabu Siliwangi harus memeluk agama Islam jika ingin menikahi Dewi Subang Larang. Karena pada waktu itu, Raden Pemanah Rasa yang beragama Hindu berniat menggagalkan penyebaran agama Rasul di Tanah Sunda atas perintah ayahnya, Prabu Anggalarang.

Namun, Prabu Siliwangi terketuk hatinya setelah mendengar kalimat tahlil berbunyi “La ilaha illallah” yang dilantunkan Nyai Subang Larang, serta berniat menikahinya.

Tapi syaratnya dia harus masuk agama Islam yang disimbolkan dengan pusaka atau perhiasan Lintang Kerti Jejer Seratus yang tak lain adalah tasbih sebagai sarana untuk berdzikir, mengingat Allah.

Syarat itu dipenuhi oleh Prabu Siliwangi. Hal itu yang lantas membuat sang prabu memeluk ajaran Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Islam.

Selain Lintang Kerti Jejer Seratus, Dewi Subang Larang juga memberikan syarat yang kedua, yaitu kelak anak-anaknya harus dijadikan sebagai raja.

Syarat itu juga dipenuhi. Dari Nyai Subang Larang, Prabu Siliwangi punya anak yang namanya tersohor dan legendaris itu.

Pertama, Pangeran Walangsungsang atau Cakrabuana yang kemudian pergi ke Cirebon untuk memperdalam agama Islam di sana. Beliau juga menyebarkan agama dan mendirikan kerajaan di sana.

Kedua adalah Rara Santang. Dari putri sang prabu ini lahirnya Sunan Gunung Jati yang merupakan satu di antara anggota Dewan Wali Sangha atau Walisongo. Jadi Sunan Gunung Jati adalah cucu Prabu Siliwangi.

Ketiga adalah Raden Kian Santang yang dikenal sakti mandraguna. Beliau dikenal juga sebagai Prabu Sangara atau Syekh Sunan Rohmat Suci.

Melalui sarana pusaka Lintang Kerti Jejer Seratus sebagai syarat dari Nyai Subang Larang itulah, agama Rasulullah Muhammad SAW menyebar pesat di Tanah Pakuan Pajajaran Pasundan. Sebarkan artikel ini, semoga Anda selalu diberkahi. Amin. (*)

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan