Ungkapan Sayang untuk Suami Istri dalam Bahasa Arab dan Artinya

0

Ungkapan sayang untuk suami istri dalam bahasa Arab dan artinya ini ditulis khusus untuk kamu yang ingin meniru dalam mengungkapkan kepada sang kekasih sesuai yang berlaku di Timur Tengah.

Uniknya, istilah panggilan “abi” dan “umi” yang sering dipakai suami istri di Indonesia yang meniru-niru agar terkesan islami, ternyata tidak pernah dijumpai di Arab Saudi.

Duh, jadi salah dong. Lantas apa ungkapan yang tepat untuk menunjukkan panggilan sayang kita kepada kekasih, terutama yang sudah berumah tangga?

Dikutip islamcendekia.com dari seorang profesor yang mengajar di Universitas King Fahd University, Arab Saudi, Sumanto Al Qurtuby alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang membeberkannya dalam sebuah percakapan dengan para murid dan koleganya.

Panggilan sayang suami ke istri
Di kalangan masyarakat Arab, panggilan sayang yang umum dipakai suami kepada istri bukanlah “umi” tetapi “zaujati” yang artinya adalah istriku.

Selain itu, ada ungkapan habibati yang artinya adalah kekasihku. Atau yang lebih romantis adalah qolbi, artinya adalah hatiku.

Yang ingin lebih filosofis, bisa menggunakan kata-kata “ruhi” yang artinya ruhku, jiwaku. Yang lebih mendalam, bisa pakai ungkapan hayati yang artinya wahai kehidupanku.

Ya uyini untuk mengungkapkan panggilan sayang yang bermakna wahai mataku. Ternyata masyarakat Arab ada juga yang menggunakan istilah “baby” seperti bahasa Inggris yang artinya sayang.

Panggilan sayang istri ke suami
Sementara buat istri yang pengen memanggil sang suami dengan istilah yang sering dipakai dalam bahasa Arab di Timur Tengah, bisa memakai kata-kata di bawah ini.

Habibi artinya adalah kekasihku. Atau bisa juga dapat memakai kalimat yang sama, yaitu ya hayati, ya uyuni atau bahkan bahasa Inggris: baby, darling, lover.

Sumanto al Qurtuby ingin menegaskan jika panggilan abi dan umi di Indonesia bukanlah sebagai ungkapan yang populer di Timur Tengah untuk memanggil suami istri. Bahkan, mungkin tidak ada.

Dia juga ingin menegaskan bila panggilan abi dan umi untuk suami istri tidak serta merta menunjukkan bahwa keluarga tersebut lebih islami dari keluarga lain yang tidak menggunakan istilah abi-umi.

Ini persoalan bahasa yang tidak ada sangkut pautnya dengan kesolehan suami atau kesalehahan seorang istri. Sebab, agama Islam turun memang bukan untuk mengganti bahasa dari Jawa-Indonesia menjadi Arab, tetapi untuk memperbaiki akhlak dan moral pemeluknya. (*)

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan