Orang Gila menurut Islam & Nabi Muhammad dan Cara Memperlakukannya

0

Orang gila menurut Islam, cara memperlakukannya menurut Nabi Muhammad harus disembuhkan karena bagi beliau, Rasulullah SAW, orang yang seperti itu sedang mengalami sakit. Dalam konteks modern, yang dimaksud adalah sakit dengan gangguan mental atau psikologi.

Kisah orang gila dalam Islam di bawah ini akan membuat Anda menjadi sadar, bahwa sesungguhnya orang gila menurut Islam adalah orang-orang yang sombong, bukan orang yang mengalami gangguan mental atau psikologi.

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib, sahabat Rasulullah SAW, suatu hari ia bersama Nabi Muhammad SAW berjalan dan melewati suatu tempat.

Di sana, Sayyidina Ali dan Nabi Muhammad SAW melihat seorang pria dikelilingi masyarakat banyak. Rasul bertanya: “Apa yang sedang terjadi? Kenapa kalian berkumpul di sini, dan apa yang ia katakannya?”

Salah satu dari mereka menjawab: “Ya Rasulullah, dia ini orang gila dan mengganggu masyarakat. Kami berkumpul untuk memutuskan apa yang harus kami lakukan kepadanya.”

Nabi Muhammad SAW lantas berkata: “Jangan bilang dia orang gila. Ia sakit dan mungkin bisa meraih kesembuhannya.”

Lantas, apa yang dimaksud orang gila dalam Islam, dalam konteks ini menurut baginda Rasulullah Muhammad SAW? Baginda kembali mengatakan:

“Orang gila adalah orang yang menggerakkan tangannya saat berjalan dikarenakan kesombongannya. Dagunya diangkat ke atas, dan tidak mau mengucapkan salam kepada masyarakat dikarenakan kesombongan.”

Orang yang demikian, dikira akan masuk surga karena sudah optimis dan gembira dengan kesombongannya. Padahal, hal yang demikian justru penuh dengan dosa dan maksiat.

Kisah orang gila dalam Islam di atas memberikan pembelajaran kepada kita semua bahwa orang yang terkena gangguan jiwa memungkinkan untuk sembuh dari penyakit psikologisnya. Namun yang lebih mengherankan, orang gila ternyata orang yang penuh dengan kesombongannya.

Dalam hal ini, orang yang ahli agama, ahli ibadah, kiai, ulama sekalipun, jika dalam melakukan sesuatu atas dasar kesombongan, maka dapat dikategorikan sebagai orang gila.

Baca juga: Arti Mimpi tentang Orang Gila Lengkap dengan Tafsirnya

Karena itu, janganlah merasa sombong dan merendahkan orang lain karena harta kita, jabatan kita, kedudukan kita, termasuk dengan ilmu dan ibadah kita. Sebab, kesombongan ternyata disebut Nabi Muhammad sebagai orang gila.

Jika ada orang yang ahli ibadah, merasa ilmu agamanya tinggi dan seolah-olah merasa akan masuk surga, lantas sombong dan merendahkan orang lain, maka sejatinya dia adalah orang gila.

Sebab, ilmu yang kita miliki, ibadah yang kita lakukan, hanya semata-mata karena Allah, bukan untuk menyombongkan diri. Sungguh luar biasa ajaran yang diberikan baginda Rasulullah Muhammad SAW kepada umatnya.

Beliau hadir di muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia, bukan untuk menghakimi, apalagi menyalahkan orang lain. Akhlak Nabi Muhammad yang demikianlah yang semestinya kita contoh dan teladani dalam kehidupan sehari-hari.

Allah melalui ayat Alquran Surat Luqman 18 juga bersabda bahwa janganlah kita memalingkan muka dari manusia karena sombong, dan jangan berjalan di muka bumi dengan keangkuhan. Sesungguhnya Allah tidak suka dengan orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

Orang gila menurut Islam dan Nabi Muhammad yang sesungguhnya adalah orang-orang yang sombong, sedangkan cara memperlakukan orang gila dalam konteks gangguan jiwa, mental dan psikis, hendaknya jangan berlebihan karena ia sedang sakit dan mungkin saja akan sembuh dari sakitnya. Semoga bermanfaat. (*)

Tulis Komentar

Alamat email anda dirahasiakan