Menu

Konsep Humanisme Islam Jadi Kunci Kerukunan Bangsa Indonesia

  Dibaca : 359 kali
Konsep Humanisme Islam Jadi Kunci Kerukunan Bangsa Indonesia
Dalam Bedah Buku Humanisme Islam karya Dr. Baedowi di Aula Lantai 3 STAINU Temanggung, Jawa Tengah. (Islamcendekia.com)

TEMANGGUNG, Islamcendekia.com – Dalam Bedah Buku Humanisme Islam karya Dr. Baedowi, M.Ag, Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi MM menegaskan jika kunci kerukunan bangsa atau sebuah negara sudah dikonsep dengan baik dalam Islam.

Hal itu disampaikan di Aula Lantai 3 STAINU Temanggung, Jawa Tengah. Salah satu konsep tersebut adalah humanisme dalam Islam yang sudah dikembangkan oleh para filsuf, ulama, kiai termasuk akademisi Islam.

“Pak Baedhowi ini salah satu ikon filsuf di STAINU Temanggung. Humanisme dalam ilmu mantik, manusia adalah al insan alkhayawanun natiq. Maka jika manusia tidak mau berpikir dan bernalar, hakikatnya adalah hewan,” ujarnya.

Humanisme Islam selalu memuliakan manusia ketimbang hewan. Hal itu sudah tertulis dalam Alquran bahwa manusia itu lebih mulia dari makhluk lain. “Di Indonesia, selain ada humanisme Islam, humanisme Kristen, Budha, Hindu, semua memiliki konsep humanisme,” kata doktor jebolan UII Yogyakarta tersebut.

Dijelaskan Baehaqi, dalam ilmu syariah, ada lima pokok humanisme. Pertama adalah hak hidup bagi semua manusia. Kedua hak beragama. Ketiga hak kepemilikan. Keempat hak profesi. Kelima hak berkeluarga.

“Semua itu kalau diterapkan, Indonesia akan cinta damai tanpa ada konflik dan gesekan,” ungkapnya dalam Bedah Buku dalam rangka Konferensi ke-2 LPM Grip STAINU Temanggung tersebut.

Pluaritas keberagamaan di Indonesia sudah dicontohkan di Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung yang di sana ada berbagai macam pemeluk agama. “Sejak beberapa tahun lalu, sudah ada umat Hindu maupun Budha respek dengan Islam melalui KKN mahasiswa STAINU Temanggung. Awalnya yang tidak peduli dengan Islam, sekarang sudah hormat,” tambahnya.

Dirinya mendorong pesan humanisme dalam Islam sangat tinggi nilainya dan menjadi kunci untuk hidup damai tanpa gesekan antaragama maupun antarsuku dan golongan.

Buku yang dibedah tersebut adalah terbitan Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Buku dengan judul asli Humanisme Islam: Kajian terhadap Pemikiran Filosofis Muhammad Arkoun ini menurut Baehaqi masih relevan di tengah masalah radikalisme. (*/ibda)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional